BMKG Natuna: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Terjadi Secara Lokal
- 13 Jun 2026 08:58 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Cuaca di wilayah Natuna pada Sabtu, 13 Juni 2026, diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara lokal. Informasi tersebut disampaikan Forecaster BMKG Natuna, Marcelino Kartodinudjo, dalam program Info Cuaca yang disiarkan melalui Pro2 RRI Ranai 105,9 MHz dan direlay oleh Pro1 RRI Ranai pada pukul 07.30 WIB bersama penyiar Evi Suharti.
Marcelino menjelaskan kondisi cuaca saat ini dipengaruhi adanya belokan angin atau shearlinedi sekitar wilayah Natuna. Selain itu, kelembapan udara lapisan atas yang cukup tinggi turut mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca pada pagi hari diprediksi berawan di sebagian besar wilayah Natuna. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca berangsur menjadi cerah berawan dengan peluang sinar matahari lebih dominan.
Pada malam hingga dini hari, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ringan yang dapat terjadi di beberapa wilayah secara lokal. Meski tidak merata, hujan berpotensi turun disertai peningkatan tutupan awan.
"Adanya belokan angin dan kelembapan udara lapisan atas yang cukup tinggi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Natuna. Secara umum cuaca hari ini diprakirakan berawan, namun masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara lokal," kata Marcelino, Sabtu 13 Juni 2026.
BMKG mencatat suhu udara di Natuna berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara berkisar antara 60 hingga 97 persen dengan angin bertiup dari arah barat daya berkecepatan 2 hingga 20 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 0,5 meter atau termasuk kategori tenang hingga rendah. Kondisi tersebut masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran dan nelayan di perairan Natuna.
Marcellino juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu guntur, petir, hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi secara tiba-tiba. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan karena kondisi lahan di wilayah Natuna saat ini masih berpotensi mudah terbakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....