Pasar Murah di Pulau Laut Bantu Tekan Inflasi Daerah
- 21 Mei 2026 19:37 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Pulau Laut sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk menekan inflasi akibat tingginya biaya distribusi ke wilayah perbatasan.
Dalam kegiatan itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyediakan sejumlah bahan pangan pokok bersubsidi seperti gula, tepung, telur, dan minyak goreng. Sementara dukungan tambahan diberikan melalui penyediaan komoditas lain seperti cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, serta beras SPHP.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali, mengatakan harga bahan pangan yang dijual kepada masyarakat berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP). Langkah tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
“Alhamdulillah kalau harga di bawah harga HET dan harga HAP. Itu yang perlu kita tekankan supaya harga-harga yang lain bisa mengikuti,” Kata Wan Syazali.
Antusiasme masyarakat Pulau Laut terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar setempat.
Pemerintah juga berencana melanjutkan program serupa secara bertahap ke kecamatan lain di Natuna. Hal itu dilakukan mengingat Kabupaten Natuna memiliki 17 kecamatan dengan tantangan distribusi pangan yang berbeda-beda.
“Kalau sudah di sini berarti kita di tempat lain lagi. Mudah-mudahan nanti disetujui oleh Bupati untuk tujuh belas kecamatan,” katanya.
Program Gerakan Pangan Murah dinilai penting untuk menekan inflasi yang dipengaruhi tingginya biaya transportasi dan rentang kendali distribusi barang ke wilayah terluar Natuna. Kondisi tersebut menyebabkan harga kebutuhan pokok di daerah kepulauan cenderung lebih mahal dibandingkan daerah lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....