BMKG Natuna Prediksi Hujan Ringan Terjadi Secara Lokal
- 07 Mei 2026 07:53 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Natuna memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Natuna secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan yang terjadi secara lokal pada Kamis, 7 Mei 2026.
Informasi tersebut disampaikan Forecaster BMKG Natuna, Marcelino Kartodinudjo, dalam program acara Info Cuaca di Pro2 RRI Ranai pada Kamis pagi yang juga disiarkan melalui Pro1 RRI Ranai.
Marcelino menjelaskan, kondisi cuaca di Natuna saat ini dipengaruhi tekanan rendah serta menurunnya kecepatan angin di wilayah Natuna sehingga kurang mendukung terjadinya hujan dalam intensitas tinggi.
“Secara umum kondisi cuaca di Natuna hari ini didominasi cerah berawan hingga berawan. Meski begitu, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan ringan yang dapat terjadi secara lokal di beberapa wilayah,” ujar Marcelino.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Kondisi serupa diprediksi berlangsung hingga siang dan sore hari. Sementara pada malam hingga dini hari, cuaca di Natuna masih didominasi cerah berawan hingga berawan.
BMKG Natuna mencatat suhu udara berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 68 hingga 96 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 4 sampai 20 kilometer per jam.
| Baca juga: Tersambar Petir, Warga Natuna Meninggal |
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Natuna diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,0 meter atau berada pada kategori rendah.
Meski cuaca cenderung cerah berawan, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba.
“Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar tetap memperhatikan perkembangan cuaca karena pertumbuhan awan cumulonimbus dapat memicu hujan lebat, petir, serta angin kencang secara tiba-tiba,” ungkap Marcelino.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan mengingat kondisi lahan di wilayah Natuna saat ini cukup mudah terbakar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....