Natuna Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Sepanjang Hari Ini

  • 05 Mei 2026 09:31 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Natuna memprakirakan cuaca di wilayah Natuna didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang dapat terjadi sepanjang hari ini, Selasa, 5 Mei 2026.

Informasi tersebut disampaikan Forecaster BMKG Natuna, Marcelino Kartodinudjo, dalam program Info Cuaca di Pro2 RRI Ranai dengan frekuensi 105,9 MHz yang juga disiarkan melalui Pro1 RRI Ranai.

Marcelino menjelaskan, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi oleh adanya pola belokan angin atau shearline di sekitar wilayah Natuna yang mendukung terbentuknya awan-awan hujan.

“Dengan adanya pola belokan angin atau shearline di wilayah Natuna, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi hampir sepanjang hari, baik pagi, siang, maupun malam. Selain itu, perlu diwaspadai juga pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan,” ujar Marcelino.

Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan tebal hingga berpotensi hujan sedang. Sementara pada siang hingga sore hari, kondisi cuaca masih didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan.

Memasuki malam hari, cuaca diprediksi berawan hingga hujan ringan. Sedangkan pada dini hari, kondisi cuaca berangsur membaik dengan cerah berawan hingga berawan.

BMKG Natuna mencatat suhu udara berada pada kisaran 24 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 68 hingga 96 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 4 sampai 20 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Natuna diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,0 meter atau berada pada kategori rendah.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang, serta gelombang laut yang dapat meningkat secara tiba-tiba. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan mengingat kondisi lahan di Natuna yang rentan terbakar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....