Kekeringan, Warga Air Mali Andalkan Air PAM Bergilir

  • 21 Apr 2026 22:13 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Warga Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara, mengeluhkan kondisi kekeringan yang menyebabkan sumur-sumur warga mulai mengering. Situasi ini berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa mengandalkan pasokan air dari PAM yang hanya mengalir setiap dua hari sekali. Keterbatasan ini dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga secara optimal.

Kepala Desa Kelarik Air Mali, Supriyadi, menyampaikan bahwa kekeringan terjadi akibat perubahan cuaca dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya dirasakan hampir di seluruh wilayah desa.

“Sumur warga banyak yang kering, sehingga masyarakat saat ini bergantung pada air PAM yang hidup dua hari sekali,” ujarnya kepada RRI, Selasa 21 April 2026. Ia menambahkan kondisi ini cukup menyulitkan aktivitas warga.

Selain itu, sebagian warga mencoba memanfaatkan sumur lain yang masih memiliki air. Namun, kualitas air yang dihasilkan kurang baik karena berwarna kemerahan dan tidak layak digunakan secara maksimal.

Kondisi ini juga berdampak pada sektor pertanian warga. Tanaman cengkeh yang biasanya menjadi andalan masyarakat mengalami penurunan hasil panen akibat kekurangan air.

Menghadapi kondisi tersebut, sebagian warga mulai beralih profesi sementara menjadi nelayan. Langkah ini dilakukan untuk tetap memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga di tengah keterbatasan hasil pertanian.

Pemerintah desa berharap adanya perhatian dan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih. Warga juga diimbau untuk tetap menghemat penggunaan air selama musim kering berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....