Tingginya Angka Kekerasan Terhadap Anak di Natuna
- 06 Mar 2026 10:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna - Kekerasan terhadap anak adalah isu serius yang memerlukan perhatian dan tindakan segera. Tindakan ini mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran, yang merampas hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus kekerasan anak di Indonesia yang dilakukan oleh orang terdekat maupun di ruang digital. Melansir dari Halodoc, pada tahun 2024, tercatat lebih dari 28.000 kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Sementara itu, di Kabupaten Natuna kekerasan terhadap anak juga tergolong tinggi yaitu lebih dari 10 persen. Hal tersebut dikatakan oleh Ryan Fadillah Santoso, S.H, Kasubsi Intelijen Kejaksaan Negeri Natuna, pada pada acara dialog Jaksa Menyapa di Programa 1 RRI Ranai, Kamis (5/3/2026)
“Natuna termasuk daerah yang cukup tinggi masalah perkara kekerasan terhadap anak ini. Tahun 2025 saja ada sebanyak lebih dari 10%. Contohnya seperti perkara pencabulan, terus perkara pemerkosaan terhadap anak di bawah umur itu juga banyak di sini. Dan tahun 2026 ini juga sudah masuk lagi beberapa perkara terkait kekerasan terhadap anak seperti perkara narkotika, pencurian dan lain-lain dan itu korbannya adalah anak, dan yang paling mendominasi adalah pelecehan seksual seperti persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan pelakunya adalah orang dewasa bahkan umurnya di atas 50 tahun. Dan bahkan ada perkara yang pelakunya itu orang terdekat”.
Lebih lanjut Ryan Fadillah Santoso, S.H mengatakan bahwa ancaman bagi pelaku tindak kekerasan terhadap anak ini bisa berupa kurungan penjara maupun denda.
“ ancamannya maksimal bisa sampai 15 tahun. Dan itu apabila pelaku ini dilakukan oleh orang terdekat semisal keluarga, wali, tenaga pendidik atau orang yang terdekat dan itu bisa ditambah sepertiga lagi hukumannya, misalnya 15 tahun maka jika ditambah sepertiganya jadi hukumannya bisa sampai 20 tahun”.
Dampak dari kekerasan terhadap anak ini tidak hanya pada kesehatan fisik melainkan juga terhadap kesehatan mental seperti trauma. “ Iya, trauma pastinya. Trauma kemudian takut untuk bertemu orang baru. Itu sangat bahaya untuk anak ke depannya. Trauma dapat menyerang dari sisi psikologis anak itu sendiri jadi sangat banyak dampakna terhadap kesehatan mental anak. Dan Mengingat banyaknya dampak yang bisa dialami oleh anak kita yang mengalami kekerasan ini, maka diharapkan kita berani angkat bicara untuk melapor jika ditemukan kejadian-kejadian yang mencurigakan yang mengarah pada tindakan kekerasan terhadap anak ini. ” Ryan Fadillah Santoso, S.H.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....