Cuaca Dinilai Pengaruhi Pantauan Hilal Ramadhan 1447 H di Natuna

  • 20 Feb 2026 16:47 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Pemantauan hilal untuk menentukan awal masuknya bulan ramadhan 1447 hijriah yang dilakukan oleh Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Natuna pada rabu, 18 Februari 2026 lalu ternyata tidak dapat melihat adanya hilal. Namun saat pemantauan yang dilakukan, Tim juga menilai kondisi cuaca yang kurang mendukung saat itu.

Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Natuna, Idris, S.Ag., menyampaikan bahwa seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur resmi . Ia menekankan pentingnya pelaporan hasil, dan apa pun kondisinya.

“Kami tetap menjalankan tugas sesuai aturan. Hasil rukyat, terlihat atau tidak, tetap kami sampaikan untuk dibahas dalam sidang isbat,” katanya.

Sebelumnya Tim memulai observasi menjelang matahari terbenam dari kawasan pesisir pantai di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara. Peralatan optik digunakan untuk membantu melihat posisi bulan sabit di ufuk barat.

Sayangnya, hilal tidak berhasil teramati karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Posisi ufuk yang tertutup awan turut memengaruhi visibilitas bulan.

Tim Badan Hisab dan Rukyat Natuna dalam setiap tahunnya selalu melakukan pemantauan hilal di desa teluk Buton baik saat penentuan masuknya awal Ramadhan maupun 1 Syawal. Lokasi ini dinilai strategis meskipun dalam catatan yang dihimpun RRI sendiri belum pernah sekalipun terlihat adanya hilal saat pemantauan dilakukan.

Berdasarkan hasil sidang isbat nasional, Pemerintah juga sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan secara resmi kepada masyarakat. yang disiarkan langsung di berbagai media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....