Begini Proses Pemantauan Hilal di Teluk Buton

  • 20 Feb 2026 16:43 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Umat islam saat ini sedang menjalani ibadah puasa bulan Ramadhan 1447 hijriah. Sebagian umat islam termasuk di Indonesia ada yang memulai menjalani ibadah puasa ramadhannya pada rabu, 18 februari 2026 lalu.

Namun secara resmi melalui hasil sidang itsbat sebelumnya, Pemerintah RI sendiri telah menetapkan bahwa masuknya awal ramadhan 1447 hijriah dimulai pada kamis, 19 februari 2026. Umumnya umat islam di Indonesia termasuk di Kabupaten Natuna memulai ibadah puasa pertama sesuai dengan tanggal yang ditetapkan Pemerintah.

Sebelum sidang itsbat di tingkat pusat, Pemerintah melalui Kementerian Agama RI lebih dulu menerima laporan dari berbagai daerah terhadap hasil pemantauan hilal yang dilakukan . Tidak terkecuali dari kabupaten Natuna melalui hasil pemantauan hilal yang telah dilakukan oleh Badan Hisab dan Rukyat Natuna pada rabu 18 februari 2026 sore di Teluk Buton.

Berbicara tentang pemantauan hilal yang dilakukan, Ketua Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Natuna Idris menuturkan adanya beberapa proses yang harus dilakukan. Dikatakan, Rukyat dilakukan saat matahari hampir terbenam dengan dukungan peralatan optik.

Tim Hisab dan Rukyat menurutnya juga memanfaatkan perhitungan astronomi sebagai bahan pembanding dalam proses observasi. Kondisi langit dan sudut pandang ufuk menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil rukyat.

Dijelaskannya dari ashil pengamatan saat itu, setiap anggota tim pemantau menyatakan tidak melihat adanya hilal. Dengan kondisi itu maka Tim berkesimpulan bahwa hilal belum dapat terlihat di wilayah tersebut saat dilakukan pemantauan.

Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Kabupaten Natuna, Idris, S.Ag., memastikan proses telah berjalan sesuai standar operasional. Ia menyebut laporan hasil pemantauan langsung diteruskan ke pusat.

“Walaupun secara kasat mata hilal belum tampak, kami tetap menyampaikan hasilnya secara resmi. Semua menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat nasional,” jelas Idris.

Pemantauan ini turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah daerah serta organisasi kemasyarakatan Islam. Keterlibatan tersebut memperkuat akurasi dan akuntabilitas proses pengamatan.

Kementerian Agama Kabupaten Natuna sebelumnya juga mengajak masyarakat untuk menerima keputusan tersebut dengan penuh kebersamaan. Momentum Ramadan meskipun adanya perbedaan dalam penetapannya diharapkan menjadi ajang mempererat persatuan umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....