DLH Nyatakan Air Aman
- 24 Jan 2026 16:26 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna memastikan tidak ditemukan zat berbahaya dalam air sungai di Desa Kelarik Utara meskipun sempat terjadi kekeruhan selama aktivitas penambangan silika. Hasil ini diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi air di lokasi yang dikeluhkan warga.
Kekeruhan air Sungai Air Mali sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Kondisi tersebut dikeluhkan karena dinilai berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari sumber daya sungai.
Camat Bunguran Utara, Mikrayatul Hayat, menjelaskan bahwa keluhan warga terutama datang dari pelaku ketam manuk atau penangkap kepiting bakau. Warga mengaku hasil tangkapan menurun saat air sungai berubah menjadi keruh.
Kegiatan ketam manuk merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat di Desa Kelarik Utara. Aktivitas ini dilakukan dengan menangkap kepiting bakau berukuran kecil hingga sedang di kawasan hutan mangrove yang berada di sekitar aliran sungai.
Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kandungan zat berbahaya yang mencemari lingkungan. Air sungai hanya mengalami kekeruhan dan hingga kini masih dalam pengawasan untuk memastikan kondisi tetap aman.
Mikrayatul Hayat menambahkan bahwa air sungai tersebut tidak digunakan sebagai air konsumsi warga. Untuk kebutuhan air minum, masyarakat telah dilayani melalui jaringan PDAM yang tersedia di wilayah tersebut.
Saat ini, aktivitas penambangan silika oleh PT Multi Mineral Indonesia dihentikan sementara. Penghentian dilakukan seiring masuknya musim angin utara yang menyebabkan aktivitas pelabuhan dan ekspor tidak dapat berjalan normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....