Sejarah Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia
- 10 Sep 2024 08:23 WIB
- Ranai
KBRN, Natuna: Setiap orang atau manusia selama hidup di dunia akan menemukan berbagai masalah, ada yang berat dan ringan tergantung pribadi seseorang menanggapinya. Sebagian orang mengganggap masalah itu menjadi beban yang berat, sedangkan sebagian lainnya menanggapi masalah dengan santai. Bersyukurlah bagi Anda yang mengganggap masalah yang dihadapi itu ringan, tapi bagaimana dengan orang yang mengganggap suatu masalah itu adalah beban yang berat sampai melakukan bunuh diri.
Untuk mencegah terjadinya bunuh diri, asosiasi internasional untuk pencegahan bunuh diri (IASP) pada tahun 2003 menjadikan tanggal 10 September sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri yang didukung oleh federasi dunia untuk kesehatan mental dan WHO. Peringatan ini ditujukan kepada semua orang yang sedang putus asa dan terlintas di benaknya untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Padahal kita tahu bunuh diri bukan menjadi solusi, akan tetapi merugikan diri sendiri dan menjadi duka untuk keluarga.
Diperingatinya Hari Pencegahan Bunuh Diri ini juga untuk meneliti dan mengumpulkan data tentang perilaku bunuh diri, menentukan berbagai penyebab dan mengapa tanda-tandanya tidak diketahui, mengembangkan praktik dan kebijakan yang baik untuk pencegahan bunuh diri. Biasanya peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia ini dilakukan dengan berbagai cara seperti seminar, konferensi dan forum diskusi guna merumuskan kebijakan baru untuk pencegahan bunuh diri dan juga mengingatkan kita bahwa semua orang sangat berharga dan mengajak orang-orang di sekitar lebih peka dengan orang-orang sekitar.
Menurut data dari WHO, bunuh diri terjadi di suatu tempat di dunia setiap 40 detik, sekitar 800.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya karena bunuh diri. Ironisnya tidak hanya terjadi di negara-negara kecil saja, tetapi juga terjadi di negara-negara berkembang. Pada tahun 2014, WHO juga menerbitkan laporan yang berjudul "Pencegahan Bunuh Diri: Keharusan Global" dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan masyarakat dari upaya bunuh diri dan menjadikan pencegahan bunuh diri sebagai prioritas utama dalam agenda kesehatan masyarakat. Laporan ini juga ditujukan untuk mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk mengembangkan atau memperkuat strategi pencegahan bunuh diri yang komprehensif dalam pendekatan kesehatan masyarakat multisektor.
Dengan adanya Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia ini, ayo kita sama-sama saling peka terhadap orang-orang di sekitar kita, jaga kesehatan kita baik itu kesehatan lahir dan batin, semoga kita menjadi manusia yang kuat melalui dan menghadapi cobaan hidup yang Tuhan berikan kepada kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....