Mengenali Borderline Personality Disorder (BPD)

  • 11 Jun 2025 11:47 WIB
  •  Ranai

KBRN, Ranai : Kesehatan mental menjadi topik yang semakin penting untuk dibicarakan secara terbuka di Indonesia. Salah satu kondisi yang kerap disalah pahami adalah Borderline Personality Disorder (BPD), atau Gangguan Kepribadian Ambang.

BPD adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh pola ketidakstabilan dalam suasana hati, perilaku, citra diri, dan hubungan interpersonal. Mengenali ciri-cirinya sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Berikut adalah beberapa ciri utama yang sering ditemukan pada individu dengan BPD:

1. Ketidakstabilan Emosional yang Intens: Salah satu ciri paling menonjol dari BPD adalah perubahan suasana hati yang sangat cepat dan drastis. Individu dengan BPD bisa merasa sangat bahagia, lalu tiba-tiba beralih ke kesedihan mendalam, kemarahan, atau kecemasan ekstrem dalam hitungan jam, bukan hari. Perubahan ini seringkali dipicu oleh hal-hal kecil atau persepsi akan penolakan.

2. Pola Hubungan Interpersonal yang Tidak Stabil dan Intens: Orang dengan BPD seringkali mengalami hubungan yang sangat intens namun tidak stabil. Mereka mungkin idealisasi seseorang pada satu momen, lalu mendevaluasi atau membenci orang tersebut pada momen berikutnya. Ketakutan akan penolakan atau ditinggalkan (abandonment) seringkali mendasari pola ini, yang dapat menyebabkan perilaku impulsif untuk mencegah perpisahan, bahkan jika itu hanya dalam pikiran mereka.

3. Citra Diri yang Terdistorsi atau Tidak Stabil: Individu dengan BPD seringkali memiliki perasaan yang tidak jelas tentang siapa diri mereka. Citra diri mereka bisa berubah-ubah, seringkali dipengaruhi oleh bagaimana mereka merasa diperlakukan oleh orang lain. Mereka mungkin merasa kosong, tidak memiliki tujuan, atau tidak tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup.

4. Perilaku Impulsif dan Berisiko: Perilaku impulsif adalah ciri umum lainnya. Ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk seperti pengeluaran uang yang berlebihan, seks bebas, penyalahgunaan zat (narkoba/alkohol), mengemudi sembarangan, makan berlebihan, atau bahkan perilaku melukai diri sendiri. Perilaku ini seringkali berfungsi sebagai cara untuk mengatasi emosi yang intens atau rasa sakit yang mendalam.

5. Perilaku Melukai Diri Sendiri (Self-Harm) dan Pikiran Bunuh Diri: Perilaku melukai diri sendiri, seperti menyayat, membakar, atau memukul diri, sangat umum pada individu dengan BPD. Ini seringkali bukan niat untuk bunuh diri, melainkan cara untuk mengatasi rasa sakit emosional yang luar biasa atau untuk merasakan sesuatu ketika merasa mati rasa. Pikiran atau upaya bunuh diri juga sering terjadi dan harus selalu ditanggapi dengan serius.

6. Kemarahan yang Tidak Pantas dan Sulit Dikendalikan: Kemarahan yang intens dan sulit dikendalikan adalah ciri khas BPD. Kemarahan ini bisa meledak-ledak dan seringkali tidak proporsional dengan situasi yang memicu. Setelah ledakan amarah, individu dengan BPD seringkali merasa bersalah dan malu.

7. Perasaan Kosong Kronis: Banyak individu dengan BPD melaporkan perasaan hampa atau kosong yang kronis. Mereka mungkin mencari stimulasi atau aktivitas untuk mengisi kekosongan ini, tetapi seringkali tidak menemukan kepuasan yang bertahan lama.

8. Ide Paranoid Sementara atau Gejala Disosiasi Berat Terkait Stres: Dalam situasi stres yang tinggi, individu dengan BPD dapat mengalami episode singkat dari pikiran paranoid (kecurigaan ekstrem terhadap orang lain) atau disosiasi (merasa terlepas dari tubuh, pikiran, atau lingkungan mereka).

Penting untuk diingat bahwa seseorang tidak harus memiliki semua ciri di atas untuk didiagnosis dengan BPD. Diagnosis yang akurat hanya dapat diberikan oleh profesional kesehatan mental yang berkualifikasi.

Jika Anda atau orang yang Anda kenal menunjukkan beberapa ciri ini dan mengalami kesulitan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional. Terapi, khususnya Dialectical Behavior Therapy (DBT), telah terbukti sangat efektif dalam membantu individu dengan BPD mengelola emosi mereka, membangun hubungan yang lebih sehat, dan meningkatkan kualitas hidup. Memahami BPD adalah langkah pertama menuju empati, dukungan, dan pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....