Mengenal Madu dan Nutrisinya untuk Kesehatan
- 14 Nov 2024 07:05 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Madu jadi salah satu sumber alami yang diyakini memiliki banyak khasiat kesehatan. Bukan cuma itu, madu juga enak karena memiliki rasa manis yang khas dan disukai banyak orang. Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa madu diperkaya dengan nutrisi dan antioksidan, serta memiliki sifat antibakteri. Bahkan, meski menawarkan rasa yang manis, madu juga berperan dalam manajemen diabetes. Itulah sebabnya, madu diyakini mempunyai berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Simak selengkapnya tentang manfaat madu melalui ulasan di bawah ini.
Madu adalah cairan sirup yang diproduksi oleh lebah madu dari nektar tanaman. Sering kali, madu digunakan sebagai pemanis alami untuk minuman maupun makanan. Namun, guna mendapatkan manfaatnya secara optimal, Anda perlu memilih madu murni, alih-alih madu yang sudah dicampur dengan berbagai rasa.
Khasiat madu diperoleh dari berbagai nutrisi penting yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, nutrisi yang terkandung dalam madu dengan berat dapat dimakan (BDD) 100 gram, di antaranya:
Energi: 294 kalori.
Karbohidrat: 79,5 gram.
Serat: 0,2 gram.
Protein: 0,3 gram.
Kalium: 26,9 miligram.
Fosfor: 16 miligram.
Natrium: 6 miligram.
Kalsium: 5 miligram.
Besi: 0,9 miligram.
Seng: 0,2 miligram.
Tembaga: 0,04 miligram.
Vitamin C: 4 miligram.
Dilansir dari Siloamhospital, berkat beberapa kandungan nutrisi pada madu tersebut, asupan ini pun memberikan sejumlah kebaikan bagi tubuh, seperti:
1. Lebih Baik dalam Menjaga Kadar Gula Darah
Pada dasarnya, rasa manis pada madu dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, jika dibandingkan dengan gula biasa, madu diketahui lebih baik dalam menjaga peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh tetap terkendali. Selain itu, antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat membantu melindungi tubuh dari sindrom metabolik dan diabetes tipe 2.
Penelitian dalam jurnal Nutrients menemukan bahwa madu dapat meningkatkan kadar adiponektin, hormon yang bisa mengurangi peradangan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Kendati demikian, penderita diabetes tetap tidak dianjurkan untuk mengonsumsi madu secara berlebihan.
2. Menetralisasi Senyawa Radikal Bebas di Dalam Tubuh
Salah satu studi dalam jurnal Molecules menunjukkan bahwa madu yang diproses secara minimal mengandung banyak senyawa tanaman bioaktif dan antioksidan penting, seperti flavonoid dan asam fenolik. Ketika akan minum madu, pilihlah warna yang lebih gelap karena cenderung mengandung lebih banyak antioksidan.
Antioksidan pada madu dapat membantu menetralisasi senyawa radikal bebas di dalam tubuh yang dapat menumpuk di dalam sel dan menyebabkan kerusakan. Pasalnya, kerusakan inilah yang bisa menimbulkan berbagai masalah, seperti penuaan dini, diabetes tipe 2, bahkan penyakit jantung.
3. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Manfaat madu untuk kesehatan berikutnya adalah membantu menjaga kesehatan jantung. Menurut sebuah studi dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, madu memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah, mengatur detak jantung, dan mencegah kematian sel-sel jantung sehingga bisa meningkatkan fungsi jantung.
Selain itu, madu murni umumnya juga mengandung propolis, yaitu resin yang dihasilkan dari getah tumbuhan yang digunakan oleh lebah untuk memperbaiki celah-celah pada sarangnya. Menurut jurnal dalam Nutrients, propolis diketahui bisa mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida di dalam tubuh. Kendati demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat madu bagi kesehatan jantung.
4. Membantu Penyembuhan Luka
Membantu penyembuhan luka dan luka bakar adalah manfaat madu yang sering dipraktikkan sampai saat ini. Studi berjudul Honey as a Topical Treatment for Wounds menemukan bahwa madu merupakan obat alami yang efektif untuk menyembuhkan luka bakar ringan dan luka yang terinfeksi setelah operasi.
Manfaat madu terhadap penyembuhan luka ini diketahui berasal dari efek antibakteri dan antiinflamasi yang ditawarkannya. Dibandingkan dengan beberapa jenis madu lainnya, madu manuka diketahui memiliki efek antibakteri lebih tinggi. Kendati demikian, tetap saja madu tidak bisa menggantikan pengobatan medis terhadap luka bakar, terutama dengan derajat yang tinggi.
5. Membantu Meredakan Batuk pada Anak-Anak
Manfaat madu untuk kesehatan berikutnya adalah meredakan gejala batuk pada anak-anak. Sebuah studi dalam jurnal Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine menyimpulkan bahwa madu efektif dalam mengatasi gejala batuk di malam hari dan kesulitan tidur pada anak akibat infeksi saluran pernapasan atas.
Namun, perlu diingat bahwa orang tua tidak disarankan untuk memberikan madu kepada anak yang berusia di bawah 1 tahun karena berisiko menimbulkan botulisme. Botulisme adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang ada di dalam madu yang biasanya terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun.
6. Mengatasi Jerawat
Salah satu studi dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine menyebutkan bahwa manfaat madu dalam mengatasi jerawat didapatkan dari sifat antiinflamasi dan antibakteri di dalamnya.
Selain itu, madu juga mengandung enzim katalase yang bisa membantu meredakan peradangan ringan pada jerawat. Agar mendapatkan manfaat ini, cobalah mengoleskan sedikit madu pada jerawat untuk melawan bakteri dan mengurangi pembengkakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....