Benarkah Stres di Tempat Kerja Picu Kebiasaan Beresiko?
- 31 Okt 2024 07:19 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Deadline dan pekerjaan yang menumpuk, merupakan sebagian dari tuntutan lingkungan kerja yang harus diselesaikan. Hal ini berkorelasi terhadap masalah kesehatan mental. Kondisi tersebut berpotensi mendorong seseorang untuk terus melakukan kebiasaan berisiko, salah satunya merokok dengan alasan untuk mengurangi stres.
Dilansir dari Okezone.com, Psikolog Sukmayanti Rafisukmawan, M.Psi, menjelaskan lingkungan kerja dengan tekanan yang tinggi memicu seseorang untuk mengalami gangguan kesehatan mental, salah satunya stres.
Seseorang yang dalam posisi stres akan berusaha mencapai keadaan seimbang dengan melakukan coping mechanism, yakni kebiasaan berisiko untuk kesehatan fisik ataupun mental. Contohnya, makan ketika sedang stres, mengonsumsi kafein hingga menjadi kekurangan tidur, konsumsi alkohol berlebihan, dan kebiasaan merokok.
“Bicara soal kesehatan mental itu sesuatu yang tidak sederhana. Itu cukup kompleks. Jadi dibutuhkan adanya edukasi, advokasi, serta koordinasi dengan berbagai sektor. baik publik ataupun swasta, masyarakat, dan tenaga kesehatan,” kata Sukmayanti.
Untuk mengurangi kebiasaan buruk akibat stres di tempat kerja, ia menilai perlu adanya penguatan literasi terhadap masyarakat mengenai konsep pengurangan risiko. Penerapan dari konsep tersebut seperti menerapkan pola hidup yang sehat. Contohnya mengonsumsi sayur dan buah, mengurangi konsumsi kopi dengan gula yang berlebihan secara perlahan, maupun beralih ke produk-produk tembakau alternatif bagi pekerja yang kesulitan untuk mengurangi kebiasaan merokok.
Sukmayanti menjelaskan kalau berhenti merokok secara langsung, perokok akan mengalami gejala relapse. Hal tersebut akan memunculkan kegelisahan dan membuat seseorang tidak bisa berkonsentrasi.
“Untuk yang merokok, memang sangat sulit untuk berhenti total, malah akan mengakibatkan gejala-gejala yang lebih buruk. Oleh sebab itu, perlu mengurangi kebiasaan berisiko tersebut secara perlahan dengan menggunakan produk-produk yang telah terbukti secara ilmiah menurunkan risiko kesehatan seperti rokok elektronik dan produk tembakau yang dipanaskan sambil terus melakukan konseling dengan psikolog,” sebut Sukmayanti.
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Kesehatan Publik dan Ahli Kesehatan Keselamatan Kerja, dr. Felosofa Fitrya, MMR menambahkan sebagian besar waktu produktif orang dewasa dihabiskan di tempat kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....