Stroke di Usia Muda? Ini Faktornya
- 26 Okt 2024 23:03 WIB
- Ranai
KBRN, Ranai: Belakangan banyak orang berpikir dan fokus hanya pada penyakit menular saja, padahal penyakit tidak menulur justru juga harus menjadi fokus utama salah satunya seperti stroke. Sebagian orang berpikir bahwa stroke hanya terjadi pada orang lanjut usia. Namun, kini justru banyak orang di usia produktif mengalami stroke.
Keluhan stroke di usia muda sama halnya dengan yang dialami oleh orang tua, di antaranya: mati rasa atau kelemahan tiba-tiba pada wajah, lengan, atau kaki. Kesulitan menjaga keseimbangan, sempoyongan, sakit kepala berat atau pusing yang terjadi secara tiba-tiba dan intens, pandangan satu mata kabur, bicara pelo, sulit diajak berkomunikasi, atau tidak dapat berbicara.
Lantas, apa saja faktor penyebab stroke di usia muda? Dikutip dari Kompas.com, dokter spesialis saraf Dr.dr.Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S(K). mengatakan faktor penyebab stroke di usia muda, yaitu gaya hidup yang tidak sehat, misalnya kurang aktivitas fisik serta pola makan tinggi lemak dan gula.
"Beberapa usia yang saya temui sekitar 30 sampai 40 tahun itu meningkat sekali dan beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko stroke di usia muda ini karena disebabkan gaya hidup yang kurang sehat," kata Dodik dalam diskusi daring, seperti dikutip dari Antara, Jumat (25/10/2024).
Ia menambahkan, kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, hingga tingkat stres tinggi juga berkontribusi dalam meningkatkan risiko terjadinya serangan stroke pada populasi usia muda.
"Tingkat stres juga penting karena pada mereka itu iklim kompetisi mungkin menjadi tinggi sehingga terjadi gangguan tidur dan semua ini menjadi risiko terjadinya stroke," imbuh dokter dari Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni).
Selain gaya hidup, riwayat penyakit genetik serta kondisi penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas, juga termasuk penyebab stroke di usia muda. Walapun stroke terjadi secara tiba-tiba, penyakit ini dapat dicegah dengan menerapkan slogan 3O + 1D, yaitu: Olahraga 30 menit setiap hari, Olah seni atau menjalani hobi dan kegiatan yang membuat hati senang, Olah jiwa atau mendekatkan diri dengan Tuhan dan tidak melakukan sesuatu secara terburu-buru, Diet sehat dengan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yudhi Pramono mengatakan, 90 persen kasus stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, merokok, hingga kurang aktivitas fisik.
"Sebenarnya 90 persen kejadian stroke dapat dicegah melalui pengendalian faktor risikonya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dislipidemia, gangguan jantung, merokok, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, stres, dan konsumsi alkohol," kata Yudhi, dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes.
Dalam hal ini, Kemenkes mendorong kegiatan skrining kesehatan yang dilakukan saat hari ulang tahun setiap penduduk sebagai langkah pencegahan peningkatan prevalensi kasus stroke di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....