Tunjang Atau Ambung, Alat Tradisional Masyarakat Natuna

  • 13 Okt 2024 14:55 WIB
  •  Ranai

KBRN, Natuna: Setiap daerah mempunyai alat tradisional untuk mengangkut hasil kebun seperti durian dan hasil pertanian lainnya yang memudahkan para petani membawa hasil kebun menuju ke suatu tempat seperti rumah dan lain sebagainya.

Di Natuna ada alat yang disebut tunjang atau ambung yang merupakan keranjang besar berbahan rotan dan talinya berasal dari kulit kayu. Tunjang atau ambung ini bentuknya panjang dan ada juga yang berbentuk segiempat, terdapat tiga tali sandang yakni satu tali untuk disangkutkan di kepala sedangkan dua tali lainnya disangkutkan di bahu kiri dan kanan.

Untuk alas ambung yang menempel di punggung biasanya para petani menggunakan upih yang berasal dari pelepah sagu, bahan-bahan untuk membuat tunjang atau ambung biasanya di ambil di hutan.

Mail salah satu petani di Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna saat di temui tim RRI Senin (7/10/2024) di kebun duriannya mengatakan, dengan adanya tunjang atau ambung ini memudahkannya untuk membawa durian dari kebun ke rumah, apalagi kebunnya yang jauh dan tinggi diatas gunung yang jalannya sangat terjal dan curam.

Tunjang atau ambung yang di gunakan untuk mengangkut durian. (Foto: Dok. Elmi-RRI Ranai).

"Iya, saya setiap pagi memungut durian yang jatuh menggunakan tunjang ini, saya memang pesannya tinggi dan besar agar banyak durian yang bisa saya bawa dan dengan tunjang atau ambung ini memudahkan kerjaan saya," sebutnya.

Mail juga bercerita untuk memesan tunjang atau ambung ini memerlukan waktu yang lama, kurang lebih sampai satu bulan, apalagi tunjang yang dipesan sangat besar dan tinggi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....