Bundo Kanduang HKMS Natuna Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat dan Bahasa Daerah

  • 15 Jul 2026 15:34 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Budaya dan tradisi Minangkabau merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang hingga kini tetap dijaga oleh masyarakat Sumatera Barat maupun perantau Minang di berbagai daerah. Anggota Bundo kanduang Himpunan Keluarga Minang Sakato (HKMS) Kabupaten Natuna, Yeni Finta kepada RRI mengatakan, salah satu tradisi Minangkabau adalah semangat merantau.

“Merantau itu bukan sekedar meninggalkan kampung halaman, tapi proses bekerja keras dan mengembangkan diri,” kata Yeni dalam siaran komunitas di Pro 1 RRI Ranai Selasa, 14 Juli 2026.

Yeni menjelaskan, tradisi merantau dapat berdampak pada menurunnya penggunaan bahasa daerah pada generasi penerus. Untuk itu Yeni berharap orangtua dapat memperkenalkan bahasa daerah pada anak sejak dini, agar bahasa daerah sebagai bahasa ibu tidak hilang ditelan zaman.

“indak lakang dek paneh, indak lapuak dek ujan, itulah harapan kami. Caranya kita gunakan bahasa daerah sehari hari, kemudian saat ada kegiatan di HKMS kitab awa anak-anak kita agar mereka mendengar dan tau. Di HKMS itu juga ada tarian daerah, mereka bisa kita ikutkan,” ucapnya.

Di era modern, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan gaya hidup membawa tantangan tersendiri bagi pelestarian adat Minangkabau. Generasi muda kini lebih akrab dengan budaya digital yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Meski demikian, banyak keluarga Minangkabau tetap menanamkan nilai sopan santun, rasa hormat kepada orang tua, semangat bermusyawarah, serta tanggung jawab terhadap kaum dan keluarga sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak usia dini.

"Nan tuo dihormati, nan mudo disayangi, samo gadang baok bakawan, artinya yang tua dihormati, yang muda disayangi, dan yang sebaya diajak berteman, itulah adab yang perlu kita ajarkan kepada generasi penerus kita,” kata Yeni mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....