Makna Tepung Tawar dalam Prosesi Pernikahan Adat Melayu Natuna

  • 18 Jun 2026 07:12 WIB
  •  Ranai

RRI. CO.ID, Natuna - Tepung tawar adalah salah satu ritual penting dalam pernikahan adat Melayu di Natuna. Ritual ini dilakukan untuk mendoakan keselamatan, keberkahan, dan kehidupan yang baik bagi kedua mempelai.

Berdasarkan jurnal Universitas Gadjah Mada, prosesi tepung tawar dalam pernikahan adat Melayu Natuna merupakan ritual sakral yang berfungsi sebagai doa restu dan tolak bala. Tujuannya untuk membersihkan kedua mempelai dari segala keburukan sekaligus memohon keberkahan hidup berumah tangga.

Prosesi tepung tawar biasanya dilakukan setelah akad nikah atau sebelum acara bersanding. Tetua adat atau keluarga yang dituakan akan menepuk atau menaburkan beras kunyit, air bunga, dan telur ke kepala serta bahu pengantin.

Beras kunyit yang ditabur melambangkan kesejahteraan dan rezeki yang melimpah. Air bunga mawar melambangkan kesucian hati serta keharmonisan rumah tangga.

Telur yang diputar di depan pengantin melambangkan harapan agar rumah tangga kokoh dan tidak mudah goyah. Setiap gerakan dalam tepung tawar diiringi bacaan doa dan shalawat sebagai bentuk restu dari keluarga dan masyarakat.

Sampai saat ini tradisi tepung tawar tetap dijaga masyarakat Melayu Natuna sebagai warisan leluhur. Kearifan lokal ini menyatukan nilai adat dan ajaran Islam, sehingga menjadi pembuka yang bermakna bagi kehidupan baru pasangan pengantin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....