Filosofi Bunga Telur dalam Pernikahan Adat Melayu Natuna

  • 18 Jun 2026 07:13 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna -Dalam tradisi pernikahan adat Melayu di Natuna, bunga telur menjadi hantaran yang tidak terpisahkan dari rangkaian adat. Bunga telur adalah telur rebus yang dicat merah, lalu dihias bunga kertas atau plastik dan dirancapkan pada pulut kuning.

Bunga telur biasanya digunakan pada acara tepung tawar sebagai pelengkap prosesi adat. Bunga telur diberikan kepada keluarga terdekat yang bertugas merenjiskan air mawar kepada kedua mempelai.

Berdasarkan jurnal Universitas Insan Budi Utomo, bunga telur merupakan simbol adat yang sangat penting dalam budaya Melayu. Maknanya melambangkan kesuburan dan harapan agar pasangan segera mendapatkan keturunan.

Selain itu bunga telur juga menyimbolkan kesatuan rumah tangga yang rukun dan bahagia. Filosofi ini menjadi doa restu dari keluarga kepada pengantin baru agar bahtera rumah tangganya langgeng.

Hingga kini tradisi bunga telur masih dilestarikan masyarakat Melayu Natuna turun-temurun. Meski bentuk hiasan sudah mengalami modifikasi, esensi doa dan makna kesuburan tetap dijaga sebagai warisan budaya.

Keberadaan bunga telur dalam setiap pernikahan adat juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar keluarga besar. Proses pembuatannya yang melibatkan gotong royong warga mencerminkan nilai kebersamaan dan rasa syukur, sekaligus menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar hiasan, melainkan doa dan harapan untuk keberlangsungan rumah tangga yang harmonis di bumi Melayu Natuna.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....