Makanan Tradisional Indonesia yang Mulai Jarang Dikenal
- 28 Mei 2026 08:51 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,- Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kuliner tradisional. Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa dan cara pengolahan yang berbeda. Namun seiring berkembangnya zaman dan hadirnya berbagai makanan modern, sejumlah kuliner tradisional kini mulai jarang dikenal, terutama oleh generasi muda.
Salah satu makanan tradisional yang mulai sulit ditemukan adalah gatot dan tiwul dari Jawa. Makanan yang terbuat dari singkong ini dahulu menjadi makanan pokok masyarakat di beberapa daerah. Kini, gatot dan tiwul lebih sering dijumpai hanya di pasar tradisional atau acara budaya tertentu.
Selain itu, ada juga makanan khas Sumatera Selatan bernama gulai tepek ikan yang terbuat dari ikan dan tepung sagu. Makanan ini memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah. Dilansir dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, makanan tradisional daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang perlu dilestarikan.
Di Kalimantan, masyarakat dahulu mengenal kalumpe, makanan berbahan daun singkong tumbuk yang dimasak menggunakan santan dan bumbu khas. Meski memiliki rasa unik dan bergizi, makanan ini kini mulai jarang ditemukan di kehidupan sehari-hari.
Sementara itu dari wilayah timur Indonesia, papeda masih cukup dikenal masyarakat luas, namun beberapa makanan pendamping khasnya mulai jarang disajikan. Generasi muda dinilai mulai kurang tertarik mempelajari cara pengolahan makanan tradisional daerah mereka sendiri.
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu penyebab makanan tradisional semakin jarang dikenal. Banyak masyarakat kini lebih memilih makanan cepat saji atau makanan modern yang dianggap lebih praktis dan mudah ditemukan.
Dilansir dari Indonesia.go.id, kuliner tradisional Indonesia tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan kekayaan daerah di Nusantara.
Berbagai pihak kini mulai mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan melestarikan makanan tradisional Indonesia. Festival kuliner, promosi melalui media sosial, hingga pengenalan makanan khas daerah di sekolah menjadi langkah yang dilakukan agar kuliner tradisional tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Dengan menjaga dan mengenalkan kembali makanan tradisional kepada generasi muda, kekayaan kuliner Indonesia diharapkan tidak hilang dan tetap menjadi identitas budaya yang membanggakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....