Tradisi Nyuloh atau Berkarang pada Malam Hari Jadi Ajang Reuni di Laut

  • 11 Mei 2026 14:55 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Nyuloh atau berkarang pada malam hari adalah tradisi turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang khususnya di Natuna. Tradisi nyuloh atau berkarang adalah kegiatan menangkap ikan dan berbagai jenis hewan laut secara beramai-ramai dengan alat tangkap yang sederhana tanpa merusak biota laut dan dilakukan saat air laut surut pada malam hari dengan berjalan kaki dari bibir pantai menyusuri laut yang dangkal.

Nyuloh atau berkarang tidak hanya dilakukan oleh orang tua, namun juga diminati kaum muda, baik pria maupun wanita bahkan anak kecil juga ikut serta. Bahkan tradisi ini menjadi ajang reuni beberapa orang untuk saling bertemu di laut untuk sama-sama mencari ikan, udang atau lainnya. Terlepas dari banyak atau tidaknya hasil yang mereka dapatkan namun memiliki kepuasan tersendiri apabila sudah menapaki kaki di laut dan bersenda gurau dengan teman atau saudara sambil menyaksikan berbagai biota laut, seperi kerang, gurita, cumi dan sebagainya.

Sedangkan peralatan yang digunakan untuk menyuluh atau berkarang pada malam hari biasanya mereka menggunakan lampu senter di kepala dan beberapa peralatan lainnya seperti ember, parang dan tombak atau singkap. Karena di laut kadang banyak hewan berbisa seperti pari dan bulu babi, disarankan untuk menggunakan sepatu .

Kegiatan nyuloh atau berkarang ini biasanya dilakukan sejak air mulai surut hingga mulai pasang kembali sehingga kegiatan ini berlangsung hingga berjam- jam. Pastinya capek dan Lelah akan dirasakan karena berjalan di sepanjang laut tidak lah mudah, namun jika dilakukan bersama-sama apalagi hasil yang didapatkan juga banyak maka capek dan lelah akan hilang seketika. Beberapa hasil yang didapatkan tersebut mereka jual dan ada juga yang dijadikan lauk pauk di rumah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....