Bagan, Kearifan Lokal Nelayan Melayu yang Tetap Hidup di Era Modern
- 20 Apr 2026 13:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Di tengah gempuran kapal cantrang dan teknologi sonar, ada salah satu warisan nelayan Melayu yang tidak pernah tenggelam yaitu Bagan. Rakit bambu sederhana yang mengapung di tengah laut ini bukan cuma alat tangkap ikan. Ia adalah bukti bahwa kearifan lokal bisa beradaptasi, bertahan, dan bahkan naik kelas di era modern.
Bagan sudah dipakai nelayan Melayu Kepulauan Riau, termasuk Natuna, sejak ratusan tahun lalu. Desainnya jenius dalam kesederhanaan. Rakit dari bambu atau kayu yang diikat kuat, jaring besar di tengah, dan lampu petromak sebagai umpan cahaya. Gunanya menarik ikan fototaksis seperti teri, cumi, dan selar pakai cahaya, lalu mengangkat jaring saat gerombolan sudah berkumpul.
Nggak ada mesin, nggak ada GPS. Nelayan dulu membaca bintang, arus, dan musim angin. Mereka tahu, kalau bulan gelap dan angin selatan mulai naik, itu waktunya ikan ramai ke bagan. Pengetahuan ini diwariskan lewat lisan, dari bapak ke anak, dari telunjuk ke arah laut.
Ada dua jenis bagan yang bertahan sampai sekarang:
Bagan Tancap
Bagan tancap ialah bagan yang dipancang di dasar laut dangkal, biasanya di teluk yang tenang. Bagan ini tidak bisa berpindah - pindah tempat, biasa nelayan juga menjadikan bagan tancap ini sebagai rumah singgah maupun keramba sementara.
Bagan Apung
Bagan apung ialah bagan yang benar-benar mengapung dan bisa ditarik pindah ikut ke mana ikan berkumpul. Ini cikal bakal “rumah berjalan” di laut. Biasanya bagan apung dipasang bersamaan dengan perahu agar mudah digunakan nelayan untuk berpindah tempat.
Di era yang serba cepat dan eksploitatif, bagan ngingetin kalau solusi terbaik kadang yang paling sederhana. Dia bukti kalau “teknologi tepat guna” itu bukan barang baru. Yang bahkan nenek moyang kita sudah pakai sejak dulu. Bagan akan tetap hidup selama laut masih dijaga dan ceritanya terus diceritakan.
Buat Kepulauan Riau khususnya Natuna, bagan sekarang jadi tiga hal sekaligus, yakni sebagai identitas budaya, sumber pangan, dan destinasi wisata. Bagan akan tetap hidup selama laut masih dijaga dan ceritanya terus diceritakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....