Mengenal Tradisi ‘Nyuloh’ bagi Masyarakat Natuna

  • 10 Apr 2026 18:49 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kabupaten Natuna memiliki beragam tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang, salah satunya adalah Nyuloh, atau Bekarang. Nyuloh, merupakan aktivitas mencari kepiting, udang, atau hewan laut lainnya untuk dijadikan lauk pauk.

Dilansir dari wikipedia, “nyuloh” umumnya merujuk pada aktivitas mencari ikan atau udang disungai atau perairan dangkal. Menyuloh dilakukan pada malam hari dengan menggunakan lampu atau obor sebagai penerangan.

Hal itu juga disampaikan oleh Said, salah satu warga Batu Kapal, Ranai, Natuna . Sebagai warga tempatan, ia kerap melakukan aktivitas tersebut.

“Kalau setau kami, nyuloh itu lebih ke aktivitas cari udang, kepiting dan lain-lain yang dilakukan dimalam hari, kalau bekarang itu bisa di pagi, siang atau sore hari intinya pas air laut surut” jelas nya.

Meskipun kehidupan semakin moderen, masyarakat Natuna masih menjaga dan melestarikan tradisi seperti nyuloh. Kegiatan ini tampak ketika air surut pada malam hari, atau bulan terang.

Saat akan pergi menyuloh, biasanya warga menggunakan alat tangkap sederhana dan juga senter sebagai penerangan.

“Iya kami kalau bulan terang, air surut malam suka pergi nyuloh disekitar belakang rumah, masyaAllah banyak udang kepiting dan lain lain, lumayan untuk lauk pauk” kata Said.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....