Tradisi Takbiran Pawai Obor Keliling di Indonesia

  • 20 Mar 2026 08:53 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai- Tradisi takbiran pawai obor keliling adalah budaya khas masyarakat Indonesia saat malam Idulfitri. Warga berjalan kaki mengelilingi kampung atau kota sambil membawa obor, melantunkan takbir, dan menabuh bedug atau tambur, melambangkan rasa syukur, kegembiraan, dan syiar Islam atas kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Karakteristik tradisi pawai obor meliputi aktivitas kolektif yang diikuti anak-anak, remaja, hingga orang dewasa dalam nuansa kebersamaan.

Penggunaan obor bambu menciptakan suasana malam yang khas, simbol penerangan dan kebersamaan. Gema takbir "Allahu Akbar" secara bersama-sama untuk mengagungkan Allah SWT juga menjadi bagian penting dari tradisi ini.

Pawai obor mempererat silaturahmi antar warga dan menciptakan suasana lebaran yang lebih meriah. Tradisi ini sering diadakan sebagai rutin tahunan, khususnya di pedesaan atau daerah tertentu sebagai wujud suka cita menyambut Lebaran.

Melansir dari web Universitas Muhammadiyah Surakarta, Takbiran memiliki makna membesarkan Allah, sekaligus meyakinkan manusia untuk tidak berlaku sombong. Sebab, hanya Allah-lah yang pantas merasa besar.

Takbiran adalah bentuk taqarrub, yakni cara diri mendekatkan kepada Allah SWT. Takbiran menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Lantunan takbir pada momentum Idulfitri juga bermakna suka cita menyambut datangnya hari kemenangan. Takbir menjadi tanda bahwa umat Islam berhasil melalui ujian sepanjang bulan suci Ramadan. Kemenangan ini ditandai dengan ketakwaan kepada Allah, meningkatnya amal ibadah, dan kemenangan spiritual.

Dengan demikian, tradisi takbiran pawai obor keliling menjadi salah satu cara masyarakat Indonesia untuk menyambut Idulfitri dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....