Filosofi dan Sejarah Ketupat dalam Perayaan Idulfitri

  • 19 Mar 2026 07:08 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Perayaan Idulfitri di Indonesia tidak lengkap tanpa kehadiran ketupat di meja makan. Makanan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur ini telah menjadi simbol khas Hari Raya. Di balik bentuknya yang sederhana, ketupat menyimpan sejarah panjang dan filosofi mendalam.

Sejarah ketupat kerap dikaitkan dengan peran Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Pada masa itu, ketupat diperkenalkan sebagai bagian dari tradisi “Bakda Kupat” yang dirayakan beberapa hari setelah Lebaran. Tradisi tersebut menjadi sarana dakwah kultural yang memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal.

Secara etimologis, istilah “ketupat” atau “kupat” dipercaya berasal dari bahasa Jawa “ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini selaras dengan semangat saling memaafkan saat Idulfitri. Ketupat pun menjadi simbol kerendahan hati untuk mengakui kekhilafan dan membuka lembaran baru.

Anyaman janur yang membungkus ketupat juga memiliki filosofi tersendiri. Kerumitan anyaman melambangkan berbagai kesalahan dan kekhilafan manusia selama menjalani kehidupan. Sementara warna putih ketupat setelah dibelah menggambarkan hati yang bersih setelah saling bermaafan.

Bentuk segi empat pada ketupat sering dimaknai sebagai perlambang kesempurnaan dan keseimbangan. Selain itu, beras yang dipadatkan di dalamnya mencerminkan kemakmuran dan kebersamaan. Tak heran, ketupat kerap disajikan bersama opor ayam atau rendang sebagai hidangan istimewa saat Hari Raya.

Di berbagai daerah di Nusantara, tradisi ketupat berkembang dengan keunikan masing-masing. Ada yang menggantung ketupat di depan rumah sebagai simbol suka cita, ada pula yang menggelar perayaan khusus usai Lebaran. Tradisi ini menunjukkan betapa kuatnya akar budaya ketupat dalam masyarakat Indonesia.

Ketupat bukan sekadar sajian kuliner saat Idulfitri. Ia menjadi simbol perjalanan spiritual, pengakuan kesalahan, dan harapan akan hati yang kembali suci. Melalui ketupat, nilai kebersamaan dan kearifan lokal terus terjaga dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....