Tema Hari Kapas Sedunia 2026
- 06 Okt 2026 05:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Hari Kapas Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 7 Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan peran vital kapas dalam ekonomi global, serta dalam kehidupan puluhan juta orang di seluruh dunia.
Melansir dari laman resmi World Trade Organization (WTO), Hari Kapas Sedunia diluncurkan pada tanggal 7 Oktober 2019 di Jenewa, Swiss, tepatnya di kantor pusat WTO. Pada bulan Agustus 2021, Hari Kapas Sedunia ditetapkan secara resmi oleh PBB dan menjadi agenda tahunan PBB.
| Baca juga: Tema Hari Meningitis Sedunia 2026 |
Tahun ini, tema Hari Kapas Sedunia adalah "Cotton for Good: Building Prosperity Through Trade, Transformation and Partnership". Kegiatan Hari Kapas Sedunia 2026 akan dipusatkan pada tanggal 7 Oktober 2026 di Hotel Hyatt Regency di Tashkent, Uzbekistan.
Perayaan tahun ini akan diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Republik Uzbekistan dan International Cotton Advisory Committee (ICAC). Selain itu, beberapa organisasi dunia juga turut berpartisipasi, diantaranya Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), World Trade Organization (WTO), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Trade Centre (ITC), serta United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).
| Baca juga: Tema Hari Hewan Sedunia 2026 |
Konferensi tahun ini akan mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, lembaga keuangan, dan mitra sektor swasta. Tujuannya untuk terus mengampanyekan kapas sebagai penggerak kesejahteraan serta menegaskan kembali posisi sektor ini dalam sistem perdagangan multilateral.
Para pemimpin internasional akan menjajaki berbagai cara untuk memperkuat rantai nilai kapas-tekstil global melalui koordinasi dan kemitraan. Selain itu, upaya lainnya adalah melakukan peningkatan nilai yang berpusat pada sumber produksi, dengan penekanan khusus pada upaya memajukan, guna menarik investasi serta membuka peluang baru bagi negara-negara berkembang maupun negara-negara kurang berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....