Hari Cerebral Parsy Sedunia Setiap 6 Oktober, Simak Sejarah dan Tema 2026

  • 05 Okt 2026 19:48 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 6 Oktober. Peringatan ini merupakan gerakan global untuk menyatukan penyandang cerebral palsy (CP), keluarga mereka, serta organisasi pendukung di lebih dari 100 negara.

Melansir dari laman resmi worldcpday.org, Hari Cerebral Palsy Sedunia digagas pada tahun 2012 oleh Cerebral Palsy Alliance (Australia) dan United Cerebral Palsy (AS). Kampanye perdana saat itu mengusung tema 'Change my World', dengan mengajak penyandang cerebral palsy untuk mengajukan gagasan guna meningkatkan kualitas hidup. Gagasan yang terpilih sebagai pemenang adalah kursi roda bertenaga surya.

Partisipasi global terus meningkat setiap tahunnya, dengan ribuan acara, kampanye, dan upaya advokasi yang memberikan dampak di seluruh dunia. Pada tahun 2021, kampanye bertajuk "Millions of Reasons" diluncurkan, menjangkau lebih dari 18 juta orang melalui saluran media sosial WCPD.

Cerebral palsy merupakan disabilitas fisik seumur hidup yang paling umum terjadi. Namun tetap menjadi salah satu isu disabilitas dan kesehatan global yang paling kurang mendapat pendanaan serta perhatian.

Cerebral palsy (lumpuh otak) adalah sekelompok gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot. Dalam banyak kasus, cerebral palsy juga memengaruhi penglihatan, pendengaran, dan sensasi.

Kondisi ini terjadi akibat kerusakan pada otak yang belum matang dan berkembang, dan paling sering terjadi sebelum lahir (selama kehamilan). Namun, cerebral palsy juga dapat terjadi saat proses persalinan, atau tahun pertama pasca kelahiran.

Banyak penyandang cerebral palsy yang menghadapi berbagai hambatan. Seperti kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, hingga pengucilan sosial dan diskriminasi dalam dunia kerja.

Tahun ini, Hari Cerebral Parsy Sedunia mengusung tema “Unique and United”. Tema ini menyoroti keunikan individu, pengalaman hidup, dan aspirasi setiap penyandang cerebral palsy. Tema ini juga menekankan kekuatan aksi kolektif dalam mendorong inklusi, kesetaraan peluang, aksesibilitas, dan perubahan yang bermakna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....