Embung Sebayar Jadi Solusi Atasi Kelangkaan Air di Natuna

  • 04 Okt 2026 06:16 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Nusa Natuna mengandalkan keberadaan Embung Sebayar sebagai solusi utama untuk mengatasi kelangkaan air yang terjadi di wilayah Natuna. Sumber air tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk aktivitas sehari-hari.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, mengatakan keterbatasan sumber air membuat pihaknya harus mengambil langkah alternatif dengan memanfaatkan air dari Embung Sebayar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu upaya agar kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna Zaharuddin (Foto: RRI/Analia Widi)

“Untuk mengatasi kelangkaan air ini, solusi dan opsi satu-satunya itu hanya mengandalkan keberadaan air dari Embung Sebayar,” ujar Zaharuddin, Sabtu 3 Oktober 2026.

Namun, Zaharuddin menegaskan air dari Embung Sebayar belum direkomendasikan untuk dikonsumsi masyarakat, baik dimasak maupun diminum. Penggunaan air tersebut hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

“Kami tidak merekomendasikan kepada pelanggan atau masyarakat untuk mengonsumsi air ini, baik dimasak maupun diminum. Tetapi cukup hanya untuk mandi, cuci, dan kakus atau MCK saja,” ucapnya.

Sementara itu, warga Pramuka, Yanto, mengatakan kebutuhan air untuk mandi dan mencuci menjadi hal penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kebutuhan air untuk MCK jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan air minum.

“Mandi itu penting. Iya itu. Cuci-cuci dan segala macam itu penting,” kata Yanto.

Yanto (Memakai Kemeja Biru) bersama warga Pramuka saat menyampaikan keinginan warga ke pihak Perumda agar embung sebayar airnya dialirkan ke pelangan (Foto: RRI/Analia Widi)

Ia menjelaskan, kebutuhan air minum masih dapat dipenuhi menggunakan air galon karena jumlah penggunaannya relatif lebih sedikit. Namun, untuk kebutuhan mandi, masyarakat tidak mungkin hanya mengandalkan air galon.

“Kalau untuk minum itu air galon, satu galon bisa tahan. Tapi kalau untuk mandi, kita tidak mampu air galon, tidak bisa mampu kita,” ujar Yanto.

Yanto berharap ketersediaan air bagi kebutuhan masyarakat dapat terus menjadi perhatian, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Ia juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama kondisi keterbatasan air masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....