Edukasi BHD Digelar di Sekolah Rakyat

  • 20 Sep 2026 10:15 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Edukasi Bantuan Hidup Dasar atau BHD digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumi Selan, dalam rangka menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia tahun 2026. Kegiatan mengusung tema “Cepat Bertindak, Tepat Menyelamatkan” diikuti oleh para siswa serta tenaga pendidik.

Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dasar kepada peserta dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis. Materi juga disertai simulasi agar peserta memahami tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis profesional.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 32 Natuna, Bumi Selan, kepada RRI, Sabtu 19 September 2026, mengatakan kegiatan edukasi BHD memberikan pemahaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi siswa maupun tenaga pendidik. “Melalui simulasi dan pelatihan penanganan kegawatdaruratan ini, peserta diajarkan bagaimana bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat medis sebelum penanganan medis profesional tiba,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan langkah awal penanganan krisis dan situasi kegawatdaruratan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

Selain teori, peserta mendapatkan pelatihan keterampilan respons cepat guna meminimalkan risiko bahaya lebih lanjut. Simulasi menjadi bagian penting agar peserta dapat memahami penerapan materi ketika menghadapi situasi kegawatdaruratan.

Edukasi BHD juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar. Keterampilan dasar tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta ketika menghadapi kondisi darurat di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

Pelaksanaan edukasi BHD menjadi bagian dari sinergi bersama jajaran TNI dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya kemampuan memberikan pertolongan awal.

Melalui edukasi dan simulasi BHD, siswa serta tenaga pendidik diharapkan memiliki bekal dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, sigap, dan tanggap terhadap kondisi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....