STAI Natuna Jadi Institut, Jarmin: Ini Tonggak Sejarah Pendidikan
- 14 Sep 2026 09:55 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna :Pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna memasuki babak baru. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna setelah 24 tahun berkontribusi dalam mencerdaskan masyarakat di daerah tersebut. Momentum bersejarah itu ditandai dengan peresmian IAI Natuna, pengukuhan rektor pertama, sekaligus penutupan Milad ke-24 STAI Natuna yang dihadiri Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, di Aula STAI Natuna, Sabtu malam 12 September 2026.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, mengatakan perubahan status STAI Natuna menjadi institut bukan sekadar perubahan kelembagaan, tetapi merupakan tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Natuna, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar STAI Natuna atas capaian yang sangat membanggakan ini,” Ujar Jarmin.
Menurut Jarmin, setelah 24 tahun memberikan kontribusi bagi masyarakat, keberadaan IAI Natuna kini memiliki tanggung jawab yang semakin besar, khususnya dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas. Jarmin berharap IAI Natuna mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, integritas, kompetensi, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Pembangunan sumber daya manusia merupakan pondasi utama bagi kemajuan daerah. Karena itu, keberadaan perguruan tinggi di Natuna memiliki posisi yang sangat strategis,” Ucapnya
Ia juga mendorong IAI Natuna agar dapat berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan keislaman, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di Natuna.
Jarmin juga menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor IAI Natuna, Hj. Umar, yang baru dikukuhkan. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat tata kelola perguruan tinggi secara profesional, terbuka dan inovatif.
“Semoga ke depan IAI Natuna dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan serta berbagai pihak lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor IAI Natuna, Hj. Umar, mengatakan transformasi menjadi institut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang pendidikan Islam di Kabupaten Natuna. Menurut Umar, perkembangan pendidikan Islam di Natuna telah dimulai dari rumah-rumah Al-Qur’an, rumah wakaf, masjid dan madrasah, hingga kemudian berkembang dengan berdirinya STAI Natuna.
“Ini proses keberlanjutan dari transformasi pendidikan yang ada di Natuna. Kita tidak akan berhenti pada transformasi kelembagaan, tetapi juga melakukan transformasi kualitas dan pengabdian,” ujar Umar.
Umar menyebutkan, terdapat empat fokus utama yang akan dikembangkan IAI Natuna dalam lima tahun ke depan, yakni penguatan sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, pembelajaran berbasis digital, serta kerja sama internasional.
Saat ini, IAI Natuna juga mulai memperkuat jejaring akademik melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk penelitian ekonomi kreatif berbasis geopark di Natuna. Selain itu, kerja sama internasional telah dibangun dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....