Hari Lumba-lumba Sedunia Setiap 12 September, Simak Sejarahnya

  • 12 Sep 2026 10:41 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Lumba-lumba Sedunia diperingati secara global setiap tahun pada tanggal 12 September. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global akan perlindungan dan konservasi lumba-lumba yang populasinya terus menurun akibat perburuan liar.

Melansir dari Days Of The Year, Hari Lumba-lumba Sedunia ditetapkan oleh Sea Shepherd pada tahun 2022. Sea Shepherd merupakan organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada konservasi dan perlindungan lautan serta satwa liar di dalam air.

Peringatan ini dicetuskan untuk mengenang peristiwa pembantaian cetacea, yaitu keluarga mamalia laut yang mencakup lumba-lumba, paus, dan pesut. Saat itu, pada tanggal 12 September 2021, lebih dari 1.400 ekor lumba-lumba dibunuh di perairan Kepulauan Faroe sebagai bagian dari sebuah tradisi budaya.

Sejak peristiwa pembantaian tersebut, pemerintah Kepulauan Faroe terus mendapat sorotan tajam terkait praktik kejam ini. Meskipun mereka telah menetapkan batasan sementara mengenai jumlah lumba-lumba sisi-putih yang boleh dibunuh dalam tradisi perburuan "grind" ini, batasan tersebut dinilai masih terlalu longgar dan dianggap oleh banyak pihak sebagai langkah yang tidak bermakna nyata.

Para pendukung perlindungan lumba-lumba meyakini bahwa praktik ini sangat kejam serta ketinggalan zaman, dan seharusnya dihentikan sepenuhnya. Kebanyakan orang masih belum menyadari betapa banyaknya lumba-lumba dan paus pilot yang dibunuh setiap tahun di Kepulauan Faroe maupun di tempat lain.

Peringatan ini merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran global mengenai kondisi memprihatinkan yang dihadapi makhluk laut yang luar biasa ini. Terutama karena status keterancaman punah akibat aktivitas manusia.

Melalui Hari Lumba-Lumba Sedunia, Sea Shepherd ingin mengajak masyarakat global untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya setiap hewan bagi ekosistem alam. Selain itu, peringatan ini juga ingin mendorong lebih banyak orang untuk bersuara untuk menentang praktik-praktik yang dapat mengancam populasi lumba-lumba yang terus menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....