Mengenal Hari Pertolongan Pertama Sedunia dan Tema 2026
- 12 Sep 2026 10:41 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Hari Pertolongan Pertama Sedunia diperingati setiap tahun pada hari Sabtu kedua bulan September. Peringatan ini ditetapkan oleh IFRC pada tahun 2000 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai bagaimana keterampilan dasar pertolongan pertama dapat menyelamatkan nyawa.
Menguasai teknik dasar pertolongan pertama membantu mengurangi penderitaan dan tingkat keparahan cedera dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, pertolongan pertama juga memungkinkan respons yang lebih efektif dalam situasi darurat.
Pelatihan pertolongan pertama juga berperan penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat. Dengan mendorong setiap orang untuk berperan aktif dalam merespons berbagai kejadian sehari-hari maupun risiko luar biasa.
Melansir dari situs resmi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), tema Hari Pertolongan Pertama Sedunia tahun ini adalah “First Aid in Migration Contexts”. Tema ini menyoroti kerentanan medis, fisik, dan psikologis para migran internasional, pengungsi, dan orang-orang yang terlantar di sepanjang jalur transit.
Bencana mendadak dan krisis kesehatan, serta meningkatnya ketimpangan, kemiskinan, marginalisasi, kekerasan, dan konflik, hingga saat ini masih mengancam keselamatan jiwa. Berbagai ancaman tersebut dapat memicu peningkatan migrasi dan pengungsian paksa.
Ada beragam faktor pendorong yang dapat memotivasi orang untuk berpindah. Namun, keputusan untuk bermigrasi biasanya merupakan hasil dari serangkaian faktor yang kompleks dan saling berkaitan, sehingga tidak dapat disederhanakan menjadi satu penyebab tunggal.
Dalam konteks ini, IFRC mengandalkan pendekatan terpadu. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap masalah yang mungkin dihadapi oleh orang-orang yang sedang dalam perjalanan migrasi dapat ditangani di setiap tahapan perjalanan mereka.
Oleh karena itu, IFRC mendasarkan tindakannya pada tiga pilar utama, yaitu membangun ketangguhan di negara asal, memberikan perlindungan di negara transit, serta menciptakan kondisi yang mendukung integrasi di negara tujuan atau di tengah masyarakat penerima. Pertolongan pertama memegang peranan penting dalam ketiga komponen tersebut.
Pelatihan pertolongan pertama merupakan sarana yang mudah diakses untuk memberdayakan masyarakat umum agar siap menghadapi keadaan darurat. Dengan membekali masyarakat melalui keterampilan ini, dapat memperkuat kemampuan mereka untuk bertindak secara mandiri saat menghadapi situasi berbahaya atau ketika layanan kesehatan formal sulit dijangkau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....