Tema Hari Literasi Internasional 2026

  • 08 Sep 2026 08:41 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Melansir dari situs resmi UNESCO, sejak tahun 1967, perayaan tahunan Hari Literasi Internasional sudah diselenggarakan pada tanggal 8 September di seluruh dunia. Peringatan ini untuk mengingatkan para pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat akan pentingnya literasi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih melek huruf, adil, damai, dan berkelanjutan.

Literasi merupakan hak asasi manusia yang mendasar bagi semua orang. Literasi membuka jalan bagi pemenuhan hak asasi manusia lainnya, kebebasan yang lebih luas, serta kewarganegaraan global.

Literasi menjadi landasan bagi individu untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan perilaku yang lebih luas. Tujuannya untuk menumbuhkan budaya perdamaian abadi, yang berlandaskan pada penghormatan terhadap kesetaraan dan non-diskriminasi, supremasi hukum, solidaritas, keadilan, keberagaman, serta toleransi, dan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan diri sendiri, orang lain, dan bumi.

Meskipun telah ada kemajuan, setidaknya 739 juta remaja dan orang dewasa di seluruh dunia masih belum memiliki keterampilan literasi dasar pada tahun 2024. Pada saat yang sama, 4 dari 10 anak tidak mencapai tingkat kemahiran membaca minimum, dan 272 juta anak serta remaja tidak bersekolah pada tahun 2023.

Tahun ini, tema Hari Literasri Internasional adalah “Literacy for people, the planet and prosperity”. Perayaan tahun ini menjadi kesempatan untuk meninjau kemajuan yang telah dicapai, memperdalam pemahaman mengenai tantangan lama maupun baru, serta merumuskan agenda literasi masa depan di tengah dunia yang berubah dengan cepat.

Perayaan tingkat global tahun ini akan dipusatkan di Meksiko pada tanggal 8–9 September 2026, UNESCO akan bekerja sama dengan Pemerintah Meksiko. Acara tersebut akan mencakup upacara penganugerahan UNESCO International Literacy Prizes atau Penghargaan Literasi Internasional UNESCO sebagai bentuk apresiasi terhadap program-program literasi unggulan dari seluruh dunia.

Selama enam dekade terakhir, berbagai negara dan mitra UNESCO di seluruh dunia telah memajukan literasi sebagai hak asasi manusia yang mendasar serta pendorong utama perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Perayaan tahun ini juga akan menjadi wadah untuk menyoroti kebijakan, praktik, dan kemitraan yang efektif dalam memajukan literasi bagi semua orang demi mendukung terciptanya masyarakat yang damai dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....