Kabut Asap Batasi Jarak Pandang di Sejumlah Pelabuhan Natuna
- 07 Sep 2026 07:12 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna :Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Allazi, mengatakan kondisi tersebut terutama dirasakan di beberapa wilayah kepulauan yang memiliki aktivitas transportasi laut.
“Jarak pandang di beberapa pelabuhan menjadi sangat terbatas, seperti di Serasan, Subi, Pulau Panjang maupun di Midai,” Ujar Allazi Minggu 6 September 2026 .
Menurutnya, terbatasnya jarak pandang tersebut berkaitan dengan pergerakan asap atau kabut dari wilayah Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, Allazi memastikan hingga saat ini kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas pelayaran di wilayah Kabupaten Natuna.
| Baca juga: Bahaya Kebakaran untuk lingkungan Hidup |
“Sejauh ini untuk kegiatan pelayaran masih tidak terganggu dan masih dapat berjalan dengan baik,” ujanya
Ia menjelaskan, pihaknya juga menerima surat edaran dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pontianak, Kalimantan Barat, terkait kewaspadaan pelayaran di tengah kondisi jarak pandang yang terbatas. Dalam surat edaran tersebut, kapal-kapal yang akan bersandar maupun memasuki wilayah pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menyesuaikan kecepatan kapal ketika berada di kawasan yang terdampak kabut asap.
Bahkan, apabila kondisi jarak pandang dinilai sangat terbatas dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran, nakhoda dapat mengambil langkah-langkah keselamatan yang diperlukan, termasuk memperlambat kapal atau menghentikan sementara pelayaran.
Allazi menegaskan, sampai saat ini transportasi laut di Natuna masih berada dalam kondisi aman dan aktivitas kapal masih dapat berlangsung dengan lancar.
“Untuk sementara belum terganggu. Kita berharap kabut asap ke depannya tidak semakin tebal dan justru semakin berkurang,” katanya.
Ia juga menyambut baik turunnya hujan di sejumlah wilayah Natuna karena diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap dan memperbaiki jarak pandang. Dishub Natuna mengimbau seluruh pengguna transportasi laut, termasuk nakhoda kapal, pompong, serta nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi wilayah dengan kabut asap yang cukup pekat.
Menurut Allazi, jarak pandang yang terbatas menjadi perhatian khusus bagi kapal-kapal berukuran besar karena membutuhkan ruang dan waktu yang cukup untuk melakukan manuver, terutama ketika memasuki atau meninggalkan pelabuhan.
“Harapan kami kapal-kapal, pompong dan nelayan tetap berhati-hati. Kalau memasuki kawasan dengan jarak pandang terbatas, kecepatan harus disesuaikan demi keselamatan pelayaran,” Ucapnya
Dengan kondisi tersebut, Dishub Natuna memastikan pemantauan terhadap aktivitas transportasi laut tetap dilakukan. Masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga diminta mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan apabila kondisi kabut asap kembali memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....