Kualitas Udara Memburuk, Disdikbud Natuna Berlakukan BDR di Delapan Kecamatan
- 07 Sep 2026 07:15 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi satuan pendidikan di sejumlah wilayah menyusul kondisi kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara. Sekretaris Disdikbud Natuna, Nasria, mengatakan edaran terbaru BDR diterbitkan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah camat serta Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bunguran Timur terkait perkembangan kabut asap.
Nasria menyebut, kebijakan BDR diberlakukan di Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Bunguran Utara, dan Bunguran Batubi. Kebijakan ini juga menyusul penerapan BDR di wilayah Serasan, Pulau Panjang, Subi dan Serasan Timur. Menurut Nasria, kondisi kabut asap di Natuna semakin berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Asap tersebut diduga merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kalimantan.
Ia menambahkan, hampir seluruh wilayah Kabupaten Natuna turut terdampak asap. Namun, untuk Kecamatan Bunguran Barat, Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, Pulau Laut, Midai dan Suak Midai, Disdikbud masih menunggu laporan perkembangan kualitas udara sebelum mengeluarkan kebijakan serupa.
“Kalau memang memungkinkan, dalam waktu dekat kita akan keluarkan edaran yang sama,” ujar Nasria Minggu ,6 September 2026 .
Untuk mekanisme pelaksanaan BDR, Disdikbud Natuna menyerahkannya kepada masing-masing kepala satuan pendidikan bersama para guru. Pembelajaran dapat dilakukan melalui pemberian tugas maupun metode lain yang dapat dipahami dan diikuti siswa dari rumah. Nasria menjelaskan, penerapan BDR untuk wilayah Bunguran dan sekitarnya berlangsung mulai Senin, 7 September hingga Rabu, 9 September 2026. Setelah itu, kondisi akan kembali dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.
Jika kondisi kabut asap membaik, kegiatan belajar-mengajar dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka. Namun, apabila kualitas udara masih membahayakan kesehatan, masa BDR berpotensi diperpanjang.
Disdikbud Natuna juga meminta para guru menyiapkan materi pembelajaran yang efektif dan mudah dipahami siswa. Orang tua yang mendampingi anak belajar di rumah diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Natuna, Harmidi, mengungkapkan hasil pemantauan kualitas udara melalui sistem pemantauan yang dilakukan di sejumlah wilayah Pulau Bunguran menunjukkan kondisi yang tidak sehat. Harmidi menyebut, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara di salah satu wilayah mencapai 156, dengan konsentrasi polutan PM2,5 sebesar 63. Wilayah Tanjung juga tercatat berada di angka 157, sedangkan Cemaga sekitar 156, yang seluruhnya masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya pergerakan angin sehingga kabut asap masih bertahan dan menyebabkan jarak pandang berkurang. DLH juga menerima laporan adanya tambahan titik panas atau hotspot di wilayah Natuna. Menurut Harmidi, kondisi kabut asap dipengaruhi pergerakan asap dari arah Kalimantan serta adanya beberapa hotspot di Natuna sendiri. Dalam beberapa hari terakhir terdapat sekitar tiga hingga empat titik hotspot yang turut berpotensi menambah konsentrasi asap di wilayah Natuna.
DLH Natuna mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker serta terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....