Kualitas Udara Memburuk, Camat Bunguran Timur Koordinasikan BDR dan Imbau Warga Wa
- 07 Sep 2026 03:56 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna : Camat Bunguran Timur, Syuparman, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi mengganggu kualitas udara di wilayah Natuna. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kualitas udara di kawasan Ranai yang terpantau berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan informasi pemantauan yang beredar, indeks kualitas udara tercatat mencapai 167, dengan polutan utama PM2.5 sekitar 79 mikrogram per meter kubik. Namun, data tersebut perlu menjadi perhatian bersama dan tetap dikonfirmasi melalui pemantauan resmi pemerintah karena sumber informasi pada tangkapan layar berasal dari model berbasis satelit.
Syuparman mengatakan, kondisi kabut asap harus menjadi perhatian karena paparan partikulat udara dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Hal ini perlu dilakukan terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
| Baca juga: HUT RI Semarak di Bunguran Barat |
“Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kesehatan, terutama pada pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Syuparman Sabtu 6 September 2026 .
Menurutnya, pemerintah kecamatan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, untuk menyikapi kondisi kualitas udara tersebut.
“Sudah saya koordinasikan dengan Dinkes dan Disdikbud untuk segera mengambil langkah, termasuk terkait pelaksanaan belajar dari rumah atau BDR apabila kondisi udara memang sudah tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka,” Ucapnya
Ia menilai keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama apabila kualitas udara berada pada kondisi yang tidak sehat hingga berpotensi membahayakan. Syuparman juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikulat dari kabut asap.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya. Di sisi pencegahan, Camat Bunguran Timur mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi cuaca yang kering dapat menyebabkan api lebih mudah meluas dan menimbulkan kabut asap.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari kita bersama-sama mencegah Karhutla, karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat,” Ujarnya
Syuparman juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan kepada petugas terkait agar dapat ditangani sedini mungkin. Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 112.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan, Dinkes, Disdikbud, serta instansi terkait dapat menghasilkan langkah cepat dalam melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. “Lingkungan sehat, hidup sehat. Kita jaga alam, alam jaga kita,” pungkas Syuparman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....