DLH Natuna Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
- 07 Sep 2026 03:52 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID.Natuna :Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Minggu, 6 September 2026 berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang masih terpantau di udara.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Harmidi, mengatakan hasil itu diketahui melalui sistem pemantauan yang dilakukan hingga pukul 10.00 WIB. Dari pengamatan sistem kualitas udara tersebut menunjukkan kondisi udara perlu menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Harmidi, wilayah Ranai tercatat memiliki AQI US 156, yang masuk kategori tidak sehat. Konsentrasi polutan utama PM2.5 di wilayah tersebut mencapai sekitar 63,2 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, wilayah Tanjung mencatat AQI US 157, juga dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 di wilayah tersebut berada pada angka sekitar 63,4 mikrogram per meter kubik.
| Baca juga: Babinsa Kadur Perkuat Komsos Bersama Warga |
Kondisi serupa juga terpantau di sejumlah wilayah lainnya di Pulau Bunguran. Harmidi menyebut beberapa wilayah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) turut mengalami dampak asap.
“156 itu sudah tidak sehat, polutan PM2.5-nya ada 63. Kemudian untuk wilayah Tanjung 157, juga tidak sehat,” Uar Harmidi pada Minggu 6 September 2026
Ia menjelaskan, kondisi kualitas udara tersebut turut dipengaruhi oleh pergerakan angin yang relatif lemah. Akibatnya, asap dan partikulat yang berada di udara cenderung bertahan di wilayah Natuna. Selain faktor cuaca, Harmidi menyebut masih terdapat sejumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Natuna. Dalam beberapa hari terakhir, terdapat sekitar tiga hingga empat titik hotspot yang terpantau dan berpotensi menambah konsentrasi asap di udara.
| Baca juga: Babinsa Kadur Pererat Silaturahmi Warga |
“Perputaran angin dari arah Kalimantan, kemudian juga ada beberapa titik hotspot di Kabupaten Natuna sendiri. Beberapa hari ini ada tiga sampai empat titik hotspot,” Ucapnya
Menurutnya, kondisi tersebut membuat perputaran asap masih berada di wilayah Kabupaten Natuna. Situasi semakin terasa karena jarak pandang di sejumlah wilayah terlihat berkurang hingga siang hari.
Harmidi menegaskan, DLH Kabupaten Natuna saat ini menjalankan fungsi pemantauan terhadap kualitas udara. Sementara langkah penanganan Karhutla menjadi bagian dari tugas tim terkait yang berada di lapangan. Ia mengatakan hasil pemantauan kualitas udara tersebut nantinya dapat menjadi bahan penyampaian kepada pimpinan dan pihak terkait sebagai dasar dalam mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Di tengah kondisi udara yang tidak sehat, DLH mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan asap. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker. Sementara aktivitas di luar ruangan yang tidak terlalu penting sebaiknya dikurangi atau ditunda hingga kondisi kualitas udara membaik.
Harmidi juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Kewaspadaan diperlukan karena kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca, arah angin, serta aktivitas Karhutla di wilayah Natuna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....