Sejarah Hari Kerja Sama Kepolisian Internasional Setiap 7 September dan Tema 2026

  • 06 Sep 2026 04:58 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Kerja Sama Kepolisian Internasional diperingati secara global setiap tanggal 7 September. Peringatan ini bertujuan untuk mengakui peran penting kolaborasi penegakan hukum lintas batas dalam keamanan global.

Melansir dari situs resmi PBB, Hari Kerja Sama Kepolisian Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2022 melalui resolusi 77/241. Peringatan ini ditetapkan untuk menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung kepolisian nasional dan badan penegak hukum.

Peringatan ini juga menyoroti peran vital kolaborasi kepolisian lintas batas dalam memajukan perdamaian, keamanan, dan keadilan. Selain itu, peringatan ini juga mencerminkan komitmen bersama PBB, INTERPOL, Negara-Negara Anggota, dan organisasi regional untuk memperkuat kerja sama kepolisian internasional.

Tema tahun ini adalah “Protecting against Vulnerability – Building Trust and Legitimacy in Policing.” Tema ini menyoroti perlunya melindungi pihak-pihak yang paling rentan terhadap kejahatan, sekaligus memperkuat kepercayaan dan legitimasi yang menjadi landasan bagi pelaksanaan tugas kepolisian yang efektif.

Tema ini sangat relevan di tengah meningkatnya konflik, pengungsian, dan berbagai tantangan global lainnya yang memperparah kerentanan serta memicu kejahatan transnasional. Kelompok yang paling rentan sering kali terdampak secara tidak proporsional oleh ancaman lintas batas, hal ini menegaskan perlunya kerja sama kepolisian internasional yang lebih kuat untuk melindungi para korban dan memerangi jaringan kejahatan.

Menangani tantangan-tantangan ini memerlukan kerja sama kepolisian internasional yang efektif. Kemitraan antara PBB, INTERPOL, dan organisasi kepolisian regional sangatlah penting untuk melindungi korban, memutus jaringan kriminal, berbagi informasi krusial, serta memperkuat kapasitas kepolisian lintas batas.

Efektivitas kepolisian tidak hanya bergantung pada kapasitas operasional, tetapi juga pada kepercayaan publik. Di tengah lingkungan keamanan yang terus berkembang pesat, menjaga legitimasi dan kepercayaan merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, membangun dan memelihara kepercayaan dengan kelompok rentan bukan sekadar keharusan normatif, melainkan juga kebutuhan praktis demi mewujudkan kepolisian yang efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....