Karhutla Masih Mengancam Kalimantan
- 24 Agt 2026 20:16 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Barat di tengah kondisi cuaca yang relatif kering. Sejumlah wilayah dilaporkan masih menghadapi potensi kebakaran, sementara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat keamanan, perusahaan dan masyarakat terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Berdasarkan pemberitaan Suara Kalbar pada 23 Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat mengenai potensi karhutla pada periode 23–29 Agustus 2026. Meski sebagian wilayah Kalbar berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang pada Senin, 24 Agustus, kondisi di sejumlah kawasan masih mendukung terjadinya kebakaran.
Kabupaten Ketapang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar. Data satelit BMKG hingga 20 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 1.795 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Ketapang. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap munculnya kebakaran baru serta kemungkinan meluasnya asap ke wilayah permukiman
Tidak hanya jumlah titik panas yang tinggi, luas lahan yang terdampak kebakaran di Ketapang juga menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Suara Ketapang, luas karhutla di Kabupaten Ketapang mencapai 12.443 hektare, menjadikannya daerah dengan luasan kebakaran terbesar di Kalimantan Barat.
BMKG Kalbar mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan cuaca dan peringatan dini, khususnya mereka yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan rawan kebakaran.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kondisi lahan yang masih kering membuat api dapat dengan cepat menjalar dan menyulitkan proses pemadaman.
Perkembangan karhutla di Kalimantan Barat saat ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir. Meskipun hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.
Dengan tingginya jumlah hotspot dan luas lahan yang telah terbakar, koordinasi antara pemerintah, aparat, perusahaan, petugas pemadam dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kebakaran semakin meluas serta mengurangi dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas warga
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....