Hari Pemuda Internasional Setiap 12 Agustus, Simak Sejarahnya dan Tema 2026
- 11 Agt 2026 19:04 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Hari Pemuda Internasional secara global diperingati setiap tahun pada tanggal 12 Agustus. Peringatan ini bertujuan untuk mengangkat isu-isu kepemudaan ke hadapan masyarakat internasional serta merayakan potensi kaum muda sebagai mitra dalam masyarakat global saat ini.
Melansir dari situs resmi PBB, pada tahun 1998, sebuah resolusi yang menetapkan tanggal 12 Agustus sebagai Hari Pemuda Internasional diadopsi dalam sidang pertama Konferensi Dunia Menteri yang Membidangi Urusan Kepemudaan. Konferensi ini diselenggarakan oleh Pemerintah Portugal yang bekerja sama dengan PBB di kota Lisbon, 8–12 Agustus 1998.
Rekomendasi tersebut kemudian disahkan oleh Majelis Umum PBB pada sidangnya yang ke-54 pada tanggal 17 Desember 1999. Melalui resolusi A/RES/54/120 yang berjudul "Policies and programmes involving youth", PBB secara resmi menetapkan tanggal 12 Agustus sebagai hari pemuda Internasional.
Jauh sebelumnya, gagasan mengenai Hari Pemuda Internasional dicetuskan pada tahun 1991 oleh para pemuda yang berkumpul di Wina, Austria, dalam sidang pertama Forum Pemuda Dunia di bawah naungan sistem PBB. Forum tersebut merekomendasikan penetapan Hari Pemuda Internasional, khususnya untuk tujuan penggalangan dana dan promosi, guna mendukung Dana Pemuda PBB melalui kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan.
| Baca juga: Pemuda Muslimin Gelar Turnamen Futsal |
Tahun ini, tema Hari Pemuda Internasional adalah “Different Contexts, Common Aspirations”. Tema ini ingin menyoroti bahwa meskipun kehidupan kaum muda dibentuk oleh realitas nasional dan lokal yang beragam, aspirasi mereka sangatlah serupa. Di berbagai negara dan komunitas, kaum muda mendambakan martabat, peluang, partisipasi bermakna, pekerjaan yang layak, pendidikan berkualitas, dan masa depan yang berkelanjutan.
Pada perayaan tahun ini, PBB ingin memberikan perhatian khusus pada kaum muda yang tinggal di Negara-Negara Kurang Berkembang, Negara Berkembang yang Tidak Memiliki Akses ke Laut, dan Negara Berkembang Kepulauan Kecil. Mereka sering kali menghadapi tantangan berlapis terkait kemiskinan, perubahan iklim, isolasi geografis, terbatasnya peluang ekonomi, serta ketimpangan akses terhadap teknologi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....