Pilihan Kata Orang Tua Berperan Besar Membentuk Kepercayaan Diri Anak

  • 02 Agt 2026 20:54 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Ranai - Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenal dirinya dan dunia di sekitarnya. Tanpa disadari, kalimat yang sering diucapkan orang tua setiap hari dapat membentuk cara anak memandang kemampuan, nilai diri, hingga rasa percaya dirinya.

Melansir dari @ayosehat.kemkes, anak yang tumbuh dalam suasana penuh kasih sayang, didengarkan, dan dihargai cenderung berkembang menjadi pribadi yang sehat secara emosional, percaya diri, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak dapat dimulai dari hal sederhana, yakni memilih kata-kata yang membangun, bukan menjatuhkan.

Misalnya, daripada mengatakan, "Sudah dibilang berkali-kali masih saja!", orang tua dapat menggantinya dengan kalimat, "Ayah Ibu tahu ini tidak mudah, yuk kita coba lagi pelan-pelan." Pendekatan seperti ini membuat anak merasa didampingi sehingga lebih termotivasi untuk belajar tanpa takut melakukan kesalahan.

Hal serupa juga berlaku ketika anak selesai bermain dan meninggalkan mainannya berserakan. Dibanding memarahi dengan kalimat yang menyalahkan, orang tua dapat mengajak anak bertanggung jawab dengan berkata, "Sudah selesai mainnya? Kalau sudah, ayo kita kembalikan lagi ke tempatnya ya." Cara ini mengajarkan disiplin sekaligus melibatkan anak dalam menyelesaikan tugasnya.

Saat anak belum mampu melakukan sesuatu, kalimat seperti, "Kok gitu saja nggak bisa?" sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, ucapan, "Nggak apa-apa belum bisa, kita belajar sama-sama ya," akan membantu anak memahami bahwa setiap kemampuan membutuhkan proses dan latihan, bukan tekanan.

Begitu pula ketika anak menangis atau merasa sedih. Alih-alih meminta anak berhenti menangis karena malu dilihat orang lain, orang tua dianjurkan mengakui emosinya dengan mengatakan, "Boleh sedih, boleh nangis. Kalau sudah lebih tenang, kita cerita ya." Pengakuan terhadap perasaan anak membantu mereka belajar mengenali dan mengelola emosi dengan lebih baik.

Selain itu, hindari membandingkan anak dengan saudara atau teman seusianya. Kalimat seperti, "Ayah ibu bangga sama usahamu, terus coba ya," akan membuat anak merasa dihargai atas usaha yang telah dilakukan.

Pada akhirnya, kalimat sederhana yang penuh empati dapat menjadi fondasi terciptanya ruang aman bagi anak di rumah. Ketika anak merasa didengar, dihargai, dan dicintai tanpa syarat, mereka akan tumbuh dengan keyakinan bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk belajar, berkembang, dan menjadi diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....