Sejarah Hari kanker Paru Sedunia Setiap 1 Agustus dan Tema 2026

  • 01 Agt 2026 16:29 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Setiap tanggal 1 Agustus secara global diperingati sebagai Hari Kanker Paru Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kanker paru, serta memberikan dukungan terhadap penyintas penyakit ini.

Melansir dari Know Lung Cancer, tema untuk kampanye Hari kanker Paru Sedunia 2026 adalah “Together through Lung Cancer.” Tema tahun ini meberikan dukungan kepada setiap pasien dan pendamping yang terdampak kanker paru-paru bahwa mereka tidak sendirian, serta bahwa dukungan, informasi, dan komunitas dapat diakses dengan mudah.

Hari Kanker Paru ditetapkan pada tahun 2012 oleh Forum of International Respiratory Societies (FIRS). Peringatan ini juga didukung oleh International Association for the Study of Lung Cancer dan American College of Chest Physicians.

Kanker paru-paru merupakan penyakit yang jarang terjadi pada awal abad ke-20, namun angka kejadiannya berangsur meningkat, seiring dengan meningkatnya kebiasaan merokok, dan kini penyakit tersebut telah menjadi jenis kanker yang paling umum di dunia. Kanker paru-paru mencakup 12,8% dari kasus kanker dan 17,8% dari angka kematian akibat kanker di seluruh dunia.

Faktor-faktor yang berperan dalam perkembangan kanker ini meliputi produk tembakau, produk industri (uranium, radiasi, asbes), polusi udara, dan kekurangan gizi. Penelitian terkini menunjukkan bahwa faktor krusial yang meningkatkan risiko kanker paru-paru adalah paparan jangka panjang terhadap bahan-bahan karsinogenik melalui pernapasan.

Studi epidemiologi kasus-kontrol pada tahun 1950-an membuktikan adanya korelasi kuat antara merokok dan kanker paru-paru. Temuan awal yang menyatakan bahwa merokok merupakan penyebab kanker paru-paru dipublikasikan pada tahun 1962.

Kanker paru-paru terus menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum di seluruh dunia. Selain itu, kanker paru-paru merenggut lebih banyak nyawa setiap tahunnya dibandingkan kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat jika digabungkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....