STAI Natuna Gandeng UniSZA, Siapkan Generasi Melayu Baru yang Berdaya Saing Global
- 30 Jul 2026 20:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Di tengah momentum transformasi kelembagaan, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna mengambil langkah strategis dengan menjalin kerjasama internasional bersama Universiti Sultan Zainal Abidin - UniSZA Malaysia. Nota Kesepahaman ditandatangani di Kampus STAI Natuna dan disaksikan oleh pimpinan serta delegasi dari kedua institusi. Kamis, 30 Juli 2026.
Dari pihak UniSZA hadir para pejabat universitas sebagaimana tercantum dalam dokumen MoU dan MoA. Sementara dari STAI Natuna hadir unsur pimpinan, Ketua Bagian Akademik, Ketua Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, para Ketua Program Studi, serta jajaran staf akademik.
Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan bagian penting dari persiapan STAI Natuna menuju Institut Agama Islam Natuna yang akan diusulkan dalam waktu dekat kepada Direktur Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam. Menurutnya, transformasi menjadi Institut bukan hanya perubahan nomenklatur, melainkan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas jejaring, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global. Kerjasama dengan UniSZA dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam proses tersebut.
Lebih lanjut Dr. Umar menekankan bahwa kolaborasi ini memiliki fondasi historis dan kultural yang kuat. Masyarakat Natuna dan Terganung memiliki ikatan genealogis serta kemiripan bahasa yang signifikan.
"Secara DNA dan linguistik kita adalah serumpun. Dari sinilah kita membangun kolaborasi keilmuan. Saya mengundang UniSZA untuk datang ke Natuna guna melakukan kajian mendalam terhadap kekayaan dialek dan budaya Melayu lokal," ujarnya.
Ruang lingkup kerjasama ke depan akan difokuskan pada pertukaran keilmuan atau yang disebut "jariah ilmu" melalui mobilitas dosen, mahasiswa, riset bersama, dan publikasi ilmiah. Selain itu, kedua lembaga juga akan membangun pusat kajian untuk menggali dan mempublikasikan khazanah arkeologi, budaya, dan tradisi Melayu di Natuna yang selama ini belum terekspos secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, STAI Natuna dan UniSZA juga sepakat mengusung konsep "Generasi Melayu Baru" sebagai arah bersama. Konsep ini merupakan paradigma pendidikan yang bertujuan melahirkan sumber daya manusia Melayu yang tidak hanya berakar pada nilai-nilai budaya, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
"Jika Melayu lama cenderung pasif, maka Melayu Baru harus progresif dan solutif. Kita perlu merekonstruksi falsafah pendidikan agar melahirkan lulusan yang berani berpikir kritis dan berkontribusi bagi kemajuan Nusantara," ucap Dr. Umar.
Sementara itu, Pimpinan UniSZA menyambut baik visi tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi kerjasama.
"UniSZA memandang STAI Natuna sebagai mitra strategis. Kami siap mendukung melalui pertukaran akademik, riset bersama, dan pengembangan kurikulum berbasis nilai-nilai Melayu yang relevan dengan tantangan global," kata perwakilan UniSZA.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak menargetkan pelaksanaan program akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Dr. Umar juga mengundang delegasi UniSZA untuk hadir pada prosesi Wisuda STAI Natuna yang akan digelar pada November 2026 mendatang. Diharapkan kerjasama ini menjadi pintu gerbang bagi STAI Natuna untuk tumbuh menjadi Institut yang unggul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....