Karantina Kepri Periksa Lebih dari Satu Ton Biji Tempayan Asal Natuna
- 22 Jul 2026 08:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Natuna melakukan pemeriksaan terhadap komoditas biji tempayan sebelum dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan biji tempayan yang akan dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan serta bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Biji tempayan atau Scaphium affinis pierre merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang banyak dimanfaatkan masyarakat karena memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Komoditas tersebut dikenal bermanfaat untuk membantu meredakan radang tenggorokan, menurunkan demam ringan, serta mengatasi sembelit. Di Kabupaten Natuna, biji tempayan tumbuh secara alami di kawasan Gunung Ranai dan beberapa wilayah lainnya sehingga menjadi salah satu hasil hutan yang memiliki nilai ekonomi.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pengiriman biji tempayan dalam jumlah besar sebelum diterbitkan dokumen karantina. Menurut Hasim, sebanyak 500 kilogram biji tempayan dikirim ke Tanjungpinang, sedangkan 504 kilogram lainnya dikirim ke Sambas, Kalimantan Barat.
"Betul, sudah ada pemeriksaan biji tempayan dalam jumlah besar, 500 kg tujuan Tanjung Pinang dan 504 kg tujuan Sambas. Semua telah dilakukan pemeriksaan sehingga diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3)” Ujar Hasim, Kepala Karantina Kepri dalam keterangannya.
Seluruh komoditas tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi persyaratan . sDengan lolosnya persyaratan tersebut sehingga dapat diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3) sebagai syarat pengiriman.
Hasim menjelaskan, biji tempayan wajib diperiksa karena termasuk media pembawa yang masih berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina atau OPTK. Ia mengatakan OPTK merupakan organisme yang dapat merusak tanaman, mengganggu kehidupan tumbuhan, hingga menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi apabila penyebarannya tidak dikendalikan.
Karena itu, pemeriksaan karantina menjadi langkah penting untuk mencegah masuk dan menyebarnya organisme pengganggu tumbuhan ke wilayah lain di Indonesia.
"Karena biji tempayan ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, maka saat pengiriman harus dalam kondisi yang layak dan bagus. Untuk itu ada tahapan pemeriksaan untuk melihat kondisi dan kualitasnya” Ucap Hasim
Karantina Kepri berkomitmen memastikan setiap media pembawa, baik komoditas hewan, ikan, tumbuhan, maupun produk turunannya yang dilalulintaskan berada dalam kondisi sehat, aman, dan memenuhi persyaratan karantina. Hasim menambahkan, mengingat biji tempayan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, pihaknya memastikan setiap komoditas yang dikirim telah melalui tahapan pemeriksaan kualitas dan kondisi fisik sehingga layak dipasarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat di daerah tujuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....