Pemerataan Bidan di Natuna Dibenahi, 48 Nakes Tempuh Pendidikan S1
- 20 Jul 2026 16:24 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna terus berupaya meningkatkan pemerataan tenaga bidan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil. Meski jumlah bidan dinilai mencukupi, penyebarannya di beberapa kecamatan masih belum sepenuhnya merata.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliyansyah, mengatakan ketimpangan penempatan bidan hanya terjadi di beberapa wilayah dengan selisih yang tidak terlalu besar. Menurutnya, kondisi tersebut masih dapat diatasi melalui penataan sumber daya manusia kesehatan.

Kadis Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah
Hikmat menjelaskan, jumlah bidan di Bunguran Timur memang lebih banyak dibandingkan kecamatan lain. Hal itu disebabkan Bunguran Timur memiliki jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Natuna
Kecamatan Bunguran Timur juga menjadi pusat pelayanan kesehatan melalui RSUD Natuna yang membutuhkan lebih banyak tenaga bidan. Selain faktor kebutuhan pelayanan, penempatan bidan di Bunguran Timur juga dipengaruhi kondisi keluarga. Banyak bidan yang bertugas di wilayah tersebut merupakan istri dari aparatur atau pegawai yang bekerja di Ranai dan sekitarnya.
Untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna terus mendorong bidan melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Kebidanan dan Profesi. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Hikmat, para bidan yang mengikuti tugas belajar tetap menjalankan pelayanan di fasilitas kesehatan masing-masing karena proses perkuliahan sebagian besar dilakukan secara daring. Mereka hanya sesekali mengikuti kegiatan akademik secara tatap muka.
"Pemerintah daerah berkomitmen terus melakukan pemerataan tenaga bidan sesuai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah. Selain memperhatikan distribusi tenaga, kami juga fokus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan agar pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, semakin berkualitas hingga menjangkau daerah terpencil." Ujar Hikmat pada Sabtu 18 Juli 2026.
Ia menambahkan, pemerintah pusat juga memiliki program penugasan khusus bagi tenaga kesehatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Namun, minat tenaga kesehatan dari luar daerah untuk mengikuti program tersebut masih terbatas. Selain itu, bidan yang bertugas di wilayah terpencil tetap memperoleh insentif khusus. Besaran insentif berbeda di setiap daerah karena disesuaikan dengan zonasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Ketua IBI Natuna Natuna, Firdian Fransisca
Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Natuna, Firdian Fransisca, ., mengatakan IBI Natuna saat ini memiliki 16 ranting yang tersebar di 15 kecamatan. Namun, lima ranting yakni Bunguran Utara, Serasan, Serasan Timur, Pulau Laut, dan Subi belum dapat dilantik karena para pengurus berhalangan hadir pada kegiatan pelantikan pengurus ranting.
Firdian menyebutkan, jumlah anggota IBI Kabupaten Natuna yang telah terdata dalam sistem Kartu Tanda Anggota (KTA) online mencapai 280 orang. Angka tersebut menunjukkan peran besar bidan dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak di Natuna.
Ia juga mengungkapkan, saat ini sebanyak 48 bidan sedang menempuh pendidikan S1 Kebidanan dan Profesi. Sebanyak 42 orang mengikuti pendidikan tanpa meninggalkan tempat tugas melalui sistem pembelajaran yang difasilitasi, sedangkan enam orang lainnya menjalani pendidikan penuh.
"Kami berharap seluruh bidan di Kabupaten Natuna terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Dengan dukungan pemerintah serta semangat belajar para bidan, kami optimistis pelayanan kebidanan di Natuna akan semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, serta merata bagi seluruh masyarakat." Ucap Firdian
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....