SMKN 1 Bunguran Timur Perkuat SDM Maritim lewat Jurusan NKPI
- 13 Jul 2026 14:44 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna : Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri SMKN 1 Bunguran Timur terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia maritim melalui Program Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). Program ini menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam menyiapkan generasi muda Natuna yang mampu bersaing di dunia kerja sektor kelautan dan perikanan.
Sekolah menerapkan kurikulum berbasis standar internasional yang dipadukan dengan Kurikulum Merdeka serta standar Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel (STCW-F). Penyelarasan tersebut dilakukan agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri perikanan modern.
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, mengatakan lulusan jurusan NKPI tidak lagi dipersiapkan hanya sebagai nelayan tradisional, tetapi sebagai operator kapal penangkap ikan profesional yang memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan memahami regulasi pelayaran. Menurutnya, perkembangan teknologi di sektor perikanan menuntut pendidikan vokasi terus beradaptasi.
Menurutnya, penyelarasan kurikulum dilakukan secara berkala bersama perusahaan perikanan dan koperasi mitra agar materi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan industri.
"Program Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan merupakan komitmen kami untuk menyiapkan generasi muda Natuna menjadi pelaut perikanan yang profesional, menguasai teknologi, serta memiliki kompetensi sesuai standar internasional. ." Ujar Subbihi 13 Juli 2026.
Ia ingin lulusan SMKN 1 Bunguran Timur tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan. Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat kerja sama dengan dunia industri dan meningkatkan fasilitas pembelajaran agar lulusan memiliki daya saing global
Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga menghadirkan praktisi industri sebagai guru tamu. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik mengenai kondisi kerja di lapangan.
Dalam proses belajar, siswa dibekali keterampilan mengoperasikan berbagai perangkat navigasi modern seperti GPS Plotter, radar, sonar, fish finder, echosounder, hingga sistem autopilot . Dengan ketrampilan untuk mengoperasikan berbagai perangkat itu dapat mendukung efisiensi pelayaran dan penangkapan ikan.
Kurikulum juga mengintegrasikan materi mengenai alat tangkap ramah lingkungan, pengelolaan hasil tangkapan secara berkelanjutan, administrasi pelayaran, pengisian logbook penangkapan ikan, pemahaman Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI), serta penerapan Code of Conduct for Responsible Fisheries. Tahapan pembelajaran dimulai dari praktik di laboratorium navigasi menggunakan bridge simulator, dilanjutkan dengan pelatihan perawatan alat tangkap, pengenalan mesin kapal, serta pelatihan keselamatan kerja di laut atau safety at sea.
Setelah itu, siswa mengikuti praktik berlayar bersama kapal nelayan mitra untuk mempelajari bridge watchkeeping, prosedur pemanduan kapal, serta teknik penangkapan ikan secara langsung di laut. Sebagai puncak pembelajaran, peserta didik menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan di perusahaan perikanan maupun kapal penangkap ikan. Selama PKL, siswa diwajibkan menyusun Journal of Training sebagai bukti pencapaian kompetensi yang divalidasi oleh perusahaan.
SMKN 1 Bunguran Timur juga memfasilitasi peserta didik memperoleh sertifikat kompetensi pelaut, termasuk ANT Kapal Penangkap Ikan, yang menjadi salah satu syarat utama untuk bekerja di perusahaan pelayaran maupun industri perikanan nasional dan internasional. Meski demikian, pengembangan pendidikan vokasi maritim masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan simulator dan kapal latih, kebutuhan tenaga pendidik bersertifikasi industri, hingga kendala geografis yang memengaruhi kerja sama dengan perusahaan berskala besar.
Pihak sekolah berharap dukungan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terus meningkat sehingga pengembangan pendidikan vokasi maritim di Kabupaten Natuna dapat berjalan lebih optimal dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi maritim. Dengan dukungan kurikulum yang adaptif, teknologi modern, serta kolaborasi bersama dunia industri, SMKN 1 Bunguran Timur optimistis mampu mencetak SDM maritim yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.Tanggapan Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....