Sejarah dan Stigma Warna Merah pada Lipstik

  • 07 Jul 2026 17:23 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Warna merah pada lipstik bukan sekadar soal kecantikan. Di balik warnanya yang mencolok, ada sejarah panjang dan stigma yang pernah melekat.

Melansir dari laman fimela.com, lipstik merah sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno. Cleopatra bahkan menumbuk kumbang dan semut untuk menghasilkan warna merah pada bibirnya sebagai simbol kekuasaan.

Pada abad pertengahan di Eropa, lipstik merah justru dianggap tabu. Perempuan yang memakai lipstik merah sering dituduh sebagai penyihir atau dikaitkan dengan profesi "tidak baik".

Stigma itu mulai luntur saat Perang Dunia I dan II. Para pekerja pabrik perempuan memakai lipstik merah sebagai simbol semangat, keberanian, dan perlawanan.

Di era Hollywood tahun 1920-1950an, lipstik merah menjadi ikon glamour. Bintang seperti Marilyn Monroe dan Audrey Hepburn membuatnya identik dengan femininitas dan kepercayaan diri.

Namun hingga kini, stigma masih tersisa di beberapa budaya. Lipstik merah kerap dianggap terlalu berani, seksi, atau mencolok untuk dipakai sehari-hari.

Kini persepsi itu mulai berubah. Lipstik merah dipandang sebagai bentuk ekspresi diri, kekuatan, dan simbol perempuan yang tidak takut tampil beda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....