Menko Polkam RI Berikan Arahan saat Melaksanakan Kunker di Natuna
- 03 Jul 2026 20:21 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Pengamanan dan kesiapsiagaan di wilayah perbatasan utara NKRI kembali menjadi fokus utama. Hal itu tercermin dari kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago pada Kamis, 2 juli 2026.
Menko Polkam hadir di Natuna bersama Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali serta rombonganpimpinan TNI AL. Kehadiran Menko Polkam di Natuna merupakan agenda kunjungan kerja yang juga penting dipandang dari strategisnya wilayah ini.
Menko Polkam beserta rombongan tiba di Base Ops Lanud RSA menggunakan pesawat JAT Gulfstream 500. Kedatangan disambut dengan prosesi adat pemasangan Tanjak oleh Bupati Natuna Ibu Cen Sui Lan dan Tepung Tawar dari Lembaga Adat Melayu.
Turut mendampingi Menko Polkam: Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, Deputi II/Pollugri Bpk. Mohammad K. Koba, Deputi III/Hanneg Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, Deputi IV/Kamtibmas Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan, Wakabulog Jenderal TNI (Purn.) Dr. Marga Taufiq, serta jajaran Staf Khusus dan Humas.

Dari jajaran TNI AL, Kasal hadir bersama Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata, Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, Pangkoarmada I Laksda TNI Haris Bima Bayuseto, Asintel, Asops, Aslog Kasal, serta para pejabat Mabesal dan Koarmada RI.
Usai penyambutan, rombongan bergerak menuju Mako Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I Selat Lampa. Menko Polkam menerima jajar kehormatan Valreep dan menerima paparan situasi oleh Danguspurla Koarmada I Laksma TNI Nurlan, serta paparan Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan di Ruang TOC Guspurla Koarmada I.
Agenda dilanjutkan dengan pengarahan Menko Polkam kepada Prajurit gabungan Lanud RSA, Lanal Ranai, Yon Komposit 1/Gardapati, Kodim 0318/Natuna, dan Polres Natuna di Markas Batalyon Komposit 1/Gardapati.
Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan 7 poin penting:
1. Amanah Garda Terdepan : Prajurit di Natuna mempunyai tanggung jawab menjaga wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
2. Dampak Strategis. : Setiap tindakan atau kelalaian di perbatasan berdampak pada kedaulatan dan hubungan internasional Indonesia.
3. Optimalisasi Fungsi : TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri harus menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing secara optimal.
4. Amanat Konstitusi : Menjaga kedaulatan adalah perintah UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.
5. Pembinaan Berkelanjutan : Kemampuan prajurit harus dipelihara lewat latihan. Bintara wajib membina dan melatih anggota agar selalu siap tugas.
6. Waspada Ancaman Lintas Batas : Natuna rawan penyelundupan narkotika. Aparat harus meningkatkan kewaspadaan dan tidak terlibat dalam jaringan kejahatan.
7. Profesional dan Siaga : Prajurit perbatasan dituntut profesional, siaga, dan mampu menggagalkan setiap ancaman terhadap keamanan negara.
Rangkaian ditutup dengan refreshment di VIP Graha Serasan Lanud RSA. Menko Polkam take off ke Batam dengan JAT Gulfstream 500, disusul Kasal dan rombongan menggunakan CN235-220 MPA P-8306 dan P-8305.
Sementara itu, Komandan Lanal (Danlanal) Ranai Kolonel Laut (P) Ady Dharmawan menyampaikan, kunjungan kerja yang dilaksnakan berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Ini menunjukkan sinergi yang baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait. Arahan Menko Polkam menjadi penguat bagi kami di Lanal Ranai untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, dan kewaspadaan dalam menjaga kedaulatan negara di perbatasan,” Kata Danlanal Ranai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....