DKPP Natuna Sosialisasikan B2SA dan Gerakan Stop Boros Pangan

  • 27 Jun 2026 07:26 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID.Natuna :Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna menggelar sosialisasi Pola Konsumsi Pangan B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman. Sosialisasi juga disertai dengan Gerakan Selamatkan Pangan melalui program Stop Boros Pangan di Posyandu Lapan Dewa, Cempaka, Kecamatan Bunguran Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Juni 2026 tersebut diikuti oleh para ibu balita, kader posyandu, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti berbagai materi yang disampaikan. Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan berkualitas.

Melalui program B2SA, masyarakat diajak untuk mengonsumsi makanan yang beragam dengan memperhatikan kandungan gizi yang seimbang sesuai kebutuhan keluarga. Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya keamanan pangan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman tentang pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber nutrisi yang mudah diperoleh dan memiliki nilai gizi yang baik. Pemerintah berharap masyarakat dapat mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan dan mulai memanfaatkan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Tidak hanya membahas pola konsumsi sehat, kegiatan ini juga mengampanyekan Gerakan Stop Boros Pangan sebagai langkah nyata mengurangi pemborosan makanan. Peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya merencanakan kebutuhan pangan keluarga, berbelanja secara bijak, dan mengolah bahan makanan sesuai kebutuhan.

Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran para peserta untuk hemat dalam pengolahan makanan. Bahwa setiap makanan yang terbuang bukan hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga menghilangkan potensi gizi yang seharusnya dapat dimanfaatkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Sazali kepada RRI hari Jumat 26 Juni 2026 mengatakan bahwa pola makan sehat harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga serta menerapkan konsep "Isi Piringku" dalam kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat agar menerapkan pola konsumsi pangan B2SA dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di sekitar kita."Ujar Wan Sazali.

Selain itu, Iajuga mengajak masyarakat membangun budaya Stop Boros Pangan melalui perencanaan belanja yang bijak dan pengolahan pangan yang tepat. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga, sehingga pemanfaatan pekarangan, edukasi Isi Piringku, dan kebiasaan makan sehat menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi Natuna yang sehat, cerdas, dan produktif

Melalui sosialisasi B2SA dan Gerakan Stop Boros Pangan ini, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap tercipta masyarakat yang lebih sadar gizi serta mampu memanfaatkan potensi pangan lokal. Selain itu ditekankan perlunya memiliki ketahanan pangan yang kuat demi mewujudkan generasi yang sehat dan produktif

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....