Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Natuna Lepaskan 100 Tukik di Pulau Senoa
- 20 Jun 2026 06:30 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Natuna menggelar kegiatan pelepasan 100 ekor anak penyu atau tukik di Pantai Pulau Senoa, Kabupaten Natuna, Jumat 19 Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie, SH, SIK, MM, M.Tr.Opsla bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Natuna dan melibatkan Bhayangkari, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, serta komunitas pecinta alam.
Pelepasan tukik dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup dan ekosistem laut di wilayah perbatasan Indonesia. Pulau Senoa dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Natuna yang memiliki potensi habitat penyu dan kekayaan hayati laut yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Suasana penuh semangat tampak ketika para peserta berkumpul di pesisir pantai untuk menyaksikan pelepasan tukik yang akan memulai perjalanan hidupnya menuju lautan lepas. Satu per satu anak penyu dilepaskan ke habitat alaminya. Momen tersebut menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi penyu yang saat ini menghadapi berbagai ancaman lingkungan.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam mendukung upaya pelestarian satwa yang dilindungi. Menurutnya, penyu merupakan salah satu satwa laut yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut sehingga keberadaannya harus terus dilindungi dan dilestarikan.
Ia menjelaskan bahwa ancaman terhadap populasi penyu masih cukup tinggi, mulai dari kerusakan habitat, pencemaran laut, hingga aktivitas manusia yang dapat mengganggu proses perkembangbiakan satwa tersebut.
“Pelepasan 100 ekor tukik ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga dan memelihara ekosistem laut serta habitat satwa penyu yang dilindungi. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati yang dimiliki Natuna,” ujar Kapolres Natuna.
Selain sebagai kegiatan konservasi, pelepasan tukik juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam dan melindungi satwa yang hidup di kawasan pesisir. Kegiatan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa wilayah perbatasan tidak hanya memiliki nilai strategis dari sisi pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyimpan kekayaan alam yang harus dijaga bersama.
Melalui kegiatan ini, Polres Natuna berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, mengurangi pencemaran laut, serta mendukung upaya pelestarian satwa yang dilindungi. Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi momentum bagi Polres Natuna untuk menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan warisan alam Indonesia bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....