Kebiasaan Membawa Oleh-Oleh saat Pulang Umroh

  • 17 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna- Membawa oleh-oleh saat pulang dari umroh sudah menjadi tradisi yang melekat di kalangan masyarakat Indonesia. Selain sebagai buah tangan, oleh-oleh juga menjadi bentuk ungkapan syukur dan kebahagiaan yang ingin dibagikan kepada keluarga, kerabat, serta tetangga.

Dilansir dari laman Muslim.or.id, Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan di Tanah Suci untuk membeli berbagai barang khas. Kurma, air zamzam, tasbih, sajadah, hingga parfum menjadi beberapa jenis oleh-oleh yang paling sering dibawa pulang.

Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai materi, tetapi juga mengandung makna sosial yang kuat. Memberikan oleh-oleh dapat mempererat tali silaturahmi dan menjadi cara untuk berbagi kebahagiaan setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Meski demikian, jamaah perlu bijak dalam berbelanja. Membeli oleh-oleh sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan agar tidak mengganggu kondisi keuangan setelah kembali ke tanah air.

Selain itu, jamaah juga perlu memperhatikan aturan maskapai terkait barang bawaan. Membawa barang sesuai ketentuan akan membantu perjalanan pulang menjadi lebih nyaman dan terhindar dari kendala di bandara.

Tidak sedikit jamaah yang memilih oleh-oleh sederhana namun memiliki nilai manfaat. Bagi banyak penerima, perhatian dan niat baik dari pemberi sering kali lebih bermakna dibandingkan harga atau jumlah barang yang dibawa.

Oleh-oleh hanyalah pelengkap dari perjalanan ibadah umroh. Yang terpenting adalah membawa pulang pengalaman spiritual, peningkatan keimanan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali dari Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....